Wanita

Alami Depresi, Ibu Ini Ditangkap Bersama Bayinya yang Telah Meninggal

Wanita ini ternyata mengalami depresi pascapersalinan

Vika Widiastuti | Yuliana Sere

Bayi baru lahir. (unsplash)
Bayi baru lahir. (unsplash)

Himedik.com - Seorang ibu ditangkap setelah bayinya yang baru berusia tiga bulan ditemukan tewas di mobilnya. Melansir dari buzzfeednews, Rachel McAfee dan putrinya, Emma, dilaporkan hilang oleh sang suami.

Namun pencarian berakhir setelah kendaraan Rachel dan putrinya ditemukan. "Meskipun ada upaya penyelamatan jiwa, Emma McAfee dinyatakan meninggal di tempat kejadian," kata rilis dari Departemen Kepolisian Metropolitan Indianapolis.

Penyebab kematiannya saat ini tidak diketahui, sambil menunggu autopsi. McAfee dibawa ke rumah sakit dan sekarang menghadapi dakwaan awal atas kelalaian yang menyebabkan kematian.

Hukuman untuk tuduhan itu adalah 20 hingga 40 tahun penjara dan denda hingga Rp140 juta.

Suami McAfee, John McAfee, mengatakan bahwa istrinya mengalami depresi pascapersalinan dan alkoholisme setelah kelahiran Emma.

"Ini naik turun," katanya. "Ketika dia sadar, dia akan mendengarkan dan berdiskusi. Ketika dia minum, dia benar-benar memuntahkan semuanya ke luar jendela," terang suaminya.

ilustrasi ibu hamil - (Unsplash/Pablo Heimplatz)
ilustrasi ibu hamil - (Unsplash/Pablo Heimplatz)

 

Meskipun langkah-langkah telah dilakukan untuk mengurangi stigma seputar depresi pascapersalinan, masih ada unsur tabu bagi seorang ibu untuk mengakui perasaan apa pun yang kurang dari kegembiraan setelah memiliki anak.

Sue Varma, seorang psikiater yang berbasis di New York City, mengatakan bahwa sekitar 15% ibu baru akan mengalami depresi pascapersalinan.

"Sering kali tanpa disadari. Wanita diberi tahu bahwa mereka hanya ingin memiliki bayi. Mereka akan mengatasinya begitu mereka bertemu bayi baru mereka," katanya.

Banyak wanita mengalami apa yang disebut "baby blues" setelah melahirkan, yakni periode singkat depresi, kecemasan, dan kesulitan tidur.

Itu cenderung sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu, tetapi depresi pascamelahirkan berlangsung lebih lama.

Depresi pascapersalinan ditandai tidak hanya dengan perasaan sedih, tetapi juga perasaan sedih dan putus asa yang menyulitkan untuk melakukan tugas-tugas normal. Para ibu juga mendapati diri mereka tidak dapat terikat dengan bayi mereka.

"Wanita kadang-kadang akan mengalami peningkatan kecemasan tentang bayi, tidak akan bisa tidur meskipun mereka lelah dan bayi sedang tidur, memiliki kekhawatiran yang berlebihan, dan perenungan bahwa bayi akan mati ketika tidur," kata Varma.

"Mereka mungkin merasa jengkel, mati rasa, atau takut," tambahnya.

Berita Terkait

Berita Terkini