Wanita

Kartika Putri Cacar Air Saat Hamil Anak Pertama, Ini Risikonya bagi Janin

Risiko terkena cacar air saat hamil bagi janin dan ibu seperti yang dialami Kartika Putri.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni

Kartika Putri mengumumkan hamil anak pertama dari Habib Usman (Instagram/@kartikaputriworld)
Kartika Putri mengumumkan hamil anak pertama dari Habib Usman (Instagram/@kartikaputriworld)

Himedik.com - Kartika Putri merasakan kekhawatiran yang sangat besar ketika terkena cacar air saat hamil anak pertamanya dari Habib Usman bin Yahya. Seperti yang kita tahu cacar air bisa menjadi sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janin dalam kandungan.

Awal mula Kartika Putri terkena cacar air karena anak kedua Habib Usman juga tertular cacar air dari temannya di Sekolah. Kartika Putri yang harus merawat anak kedua Habib Usman pun ikut tertular cacar air saat usia kandungannya masuk 2 bulan.

"Iya sempat kena cacar air. Jadi, ceritanya anak kedua itu ketularan kena cacar di sekolahnya. Waktu itu aku sudah tahu lagi hamil, masih 2 bulan," kata Kratika Putri dalam acara Rumpi Trans TV dilansir dari Youtube Trans TV Official, (29/4/2019).

Saat itu Kartika Putri belum mengetahui bahaya terkena cacar air ketika hamil. Ia baru mengetahui seberapa besar bahaya cacar air di masa kehamilan ketika dokter memberi tahu risikonya pada janin dalam kandungan.

Kartika Putri umumkan kehamilan anak pertamanya (Instagram/@kartikaputriworld)
Kartika Putri umumkan kehamilan anak pertamanya (Instagram/@kartikaputriworld)

 

"Ketahuan itu pas ke rumah sakit, dokter bilangnya ya bikin parno. Katanya bahaya banget kena cacar waktu hamil, risikonya ke janin bisa bikin cacat sama lainnya. Aku jadi tambah takut dan down, akhirnya aku di suruh ngungsi nggak di rumah dulu biar nggak ketularan cacar," jelasnya.

Perlu diketahui kebanyakan kasus cacar air biasanya terjadi masa kecil. Tapi, tidak menutup kemungkinan orang dewasa bisa terkena cacar air ketika kekebalan tubuhnya lemah dan belum pernah cacar air.

Terkait kasus seperti Kartika Putri, cacar air saat masa kehamilan memang lebih berbahaya dan berisiko besar pada kondisi ibu hamil maupun janin dalam kandungan.

Menurut Organisasi Layanan Informasi Teratologi (OTIS) dilansir dari americanpregnancy.org, ibu hamil yang terkena cacar air di trimester pertama berisiko melahirkan bayi cacar sebesar 0,5-1 persen.

Jika ibu hamil menderita cacar air di minggu ke 13-20 kehamilan, maka risiko melahirkan cacat lebih tinggi sekitar 2 persen.

Berbeda lagi ketika seorang wanita terkena cacar air dalam kurun waktu 5 hari atau kurang setelah melahirkan, besar kemungkinan bayi yang baru lahir itu terkena cacar air sekitar 20-25 persen yang dikenal sebagai cacar air bawaan.

Tetapi, jika ibu hamil terkena cacar air 6-12 hari sebelum melahirkan, kemungkinan bayi dalam kandungan juga sedang terkena cacar air.

Di sisi lain, bayi dalam kondisi ini juga menerima sejumlah antibodi cacar air yang menyebabkan cacar air bawaan lebih ringan daripada lainnya.

Adapun cara untuk mengindari cacar air saat masa kehamilan. Tapi, bagi wanita yang sudah pernah terkena cacar air sebelum hamil mestinya lebih bernapas lega karena sangat kecil kemungkinan terkena cacar air lagi.

Wanita yang sudah pernah terkena cacar air sebelum hamil cukup menjaga antibodi dan kekebalan tubuhnya agar janin dalam kandungannya tidak terjangkit cacar air.

Sementara bagi wanita yang belum pernah terkena cacar air sangat dianjurkan untuk suntik zoster imun globulin (ZIG) ketika terpapar orang yang terkena cacar air. Suntik ini harus dilakukan secepat mungkin, yakni maksimal 4 hari setelah terpapar penderita cacar air.

Berita Terkait

Berita Terkini