Penelitian: KB Spiral Dapat Turunkan Risiko Kanker Ovarium, Caranya?

Hormon yang terdapat di dalam KB spiral dinilai dapat memerangi hormon estrogen, penyebab kanker ovarium dan payudara.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Senin, 16 September 2019 | 09:30 WIB
Ovarium - (Pixabay/therapractice)

Ovarium - (Pixabay/therapractice)

Himedik.com - Selain dinilai lebih efektif,  sebuah penelitian baru menunjukkan wanita yang menggunakan alat kontrasepsi spiral atau IUD memiliki risiko terkena kanker ovarium lebih rendah.

Angka penurunan risikonya dari 15% hingga 32%. Dan ini terlepas dari jenis KB spiral yang digunakan, entah hormonal maupun tidak.

Penelitian ini dilakukan oleh University of Colorado School of Medicine dan diterbitkan di jurnal Obstetrics and Gynecology.

Setelah melakukan berbagai analisis dari 11 studi sebelumnya, tim peneliti percaya risiko menurun karena KB spiral memerangi kadar estrogen yang tinggi.

Estrogen merupakan hormon yang meningkatkan risiko kanker ovarium serta payudara.

"Banyak KB spiral yang mengandung hormon di dalamnya dan menunjukkan efek antiestrogen. Ini dapat menolong wanita dengan risiko kanker ovarium dan rahim tinggi," jelas Dr Saketh Guntupalli, seorang profesor onkologi ginekologi di University of Colorado School of Medicine.

Seorang perempuan sedang menggenggam alat kontrasepsi spiral (Shutterstock).
Seorang perempuan sedang menggenggam alat kontrasepsi spiral (Shutterstock).

Alasan kedua, menurut Dr Guntupalli, karena semua jenis KB spiral berbeda.

"(Ini) menghasilkan beberapa efek peradangan lokal. Sel-sel kekebalan tubuh meningkat dan dianggap dapat menghentikan ancaman kanker," sambungnya, melansir Daily Mail.

Penelitian selanjutnya akan berfokus pada satu jenis KB spiral pada satu waktu dan terlepas dari berapa lama wanita telah menggunakannya.

KB spiral memang menjadi pilihan karena dianggap lebih efektif dan hanya membutuhkan sedikit perawatan.

Baca Juga: Pil KB Bisa Menaikkan Berat Badan? Begini Fakta Sebenarnya!

Sebanyak 99% dari penggunaan alat kontrasepsi ini dinyatakan efektif dan alat ini dapat bertahan dari tiga hingga enam tahun.

×
Zoomed
TERKINI
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB
Diabetes gestasional biasanya terjadi selama masa kehamilan hingga proses persalinan, meskipun perempuan tersebut sebelu...
wanita | 08:00 WIB