Info

Pil KB Bisa Menaikkan Berat Badan? Begini Fakta Sebenarnya!

Ini kata profesional medis.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni

Seorang perempuan alami kelumpuhan setengah badan akibat konsumsi pil KB (Pixabay/GabiSanda)
Seorang perempuan alami kelumpuhan setengah badan akibat konsumsi pil KB (Pixabay/GabiSanda)

Himedik.com - Selama ini banyak orang mengira jika pil KB bisa menyebabkan kenaikan berat badan, lalu benarkah demikian? Faktanya belum ada secara medis yang mengatakan pil KB bisa meningkatkan berat badan.

Menurut para profesional medis, isu tersebut muncul karena kaitannya dengan hormon yang penjelasannya masih kabur alias abu-abu.

Mereka pun mengklaim bahwa anggapan tentang pil KB menyebabkan berat badan bertambah adalah salah. Karena, pil kontrasepsi justru tidak menyebabkan berat badan bertambah.

Studi oleh Fakultas Kesehatan Seksual dan Reproduksi pernah menyatakan bahwa wanita usia reproduksi cenderung bertambah berat badan seiring berjalannya waktu, terlepas dari penggunaan kontrasepsi jenis apapun.

Artinya, tidak ada gunanya seorang wanita menghindari penggunaan pil kontrasepsi ini hanya karena tidak ingin kegemukan.

Perempuan memegang alat kontrasepsi kondom dan pil untuk mengendalikan kelahiran. [shutterstock]
Perempuan memegang alat kontrasepsi kondom dan pil untuk mengendalikan kelahiran. [shutterstock]

 

"Dalam studi ditemukan, rata-rata wanita mengalami kenaikan berat badan dalam jumlah yang standart dari waktu ke waktu. Meskipun mereka sedang atau tidak menggunakan pil kontrasepsi," kata Dr Sarah Hardman, direktur unit efektivitas klinis di FSRH dikutip dari Metro.co.uk.

Lantas, bagaimana dengan orang yang benar-benar merasa kalau pil KB menyebabkan kegemukan? Para ahli berpikir bahwa itu efek jangka pendek yang turun ke retensi cairan, tetapi bukan lemak ekstra.

Dosis estrogen yang tinggi dapat menyebab retensi air. Inilah alasan beberapa wanita merasa lebih "besar" ketika pertama kali minum pil KB.

Pil KB memang tidak menyebabkan penambahan berat badan. Tetapi, pil ini juga menimbulkan risiko rendah dari efek samping serius seperti alat kontrasepsi lainnya. Seperti pembekuan darah dan kanker serviks.

Karena itu, Anda perlu berkonsultasi pada dokter yang tepat untuk menentukan alat kontrapsepsi yang akan dipilih.

Berita Terkait

Berita Terkini