Tak Cuma Bikin Ruam, Pembalut Sintetis Juga Bisa Picu Kanker

Penggunaan pembalut sintetis umumnya akan menimbulkan masalah kulit seperti ruam, namun dalam berbagai kasus bisa picu kanker.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Selasa, 09 Februari 2021 | 19:00 WIB
Tak Cuma Bikin Ruam, Pembalut Sintetis Juga Bisa Picu Kanker

Tak Cuma Bikin Ruam, Pembalut Sintetis Juga Bisa Picu Kanker

himedik.com - Pembalut sintetis atau sekali pakai memang menjadi alat paling praktis untuk perempuan menstruasi. Tetapi penggunaan pembalut sintetis umumnya akan menimbulkan masalah kulit seperti ruam. Selain itu, pembalut sintetis juga dianggap tidak ramah lingkungan karena tak bisa terurai dengan baik.

Namun melansir dari Healthshoots, risiko lain yang bisa timbul akibat penggunaan pembalut sintetis adalah kanker.

"Kanker kelamin bisa menjadi kemungkinan jika Anda menggunakan pembalut sintetis," kata Dr Aruna Kalra dari CK Birla Hospital, Gurugram.

Menurut Dr Aruna Kalra, sebagian besar pembalut aman digunakan, namun ada beberapa penelitian yang sedang berlangsung yang melaporkan kejadian kanker genital dengan penggunaan pembalut yang menggunakan agen penyerap seperti dioksin dan polimer penyerap super.

Sifat dioksin (ada dalam pembalut) dapat menumpuk di dalam tubuh dan berdampak pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan kanker serviks atau kanker ovarium.

"Pada dasarnya, dioksin adalah karsinogen yang berarti mendorong pembentukan sel-sel penyebab kanker di tubuh Anda. Pembalut wanita diberi pemutih untuk meningkatkan daya serap darah, dan pemutih ini mengandung dioksin," kata Dr Kalra.

Masalah lain akibat dioksin adalah sifatnya yang menekan kekebalan tubuh. Ini membuat vagina  lebih rentan terhadap infeksi serta berdampak pada produksi hormon reproduksi seperti estrogen yang bisa bermasalah dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, dokter Kalra menyarankan untuk sering-sering mengganti pembalut atau menggunakan pembalut organik. 

"Seseorang harus mengganti pembalut setiap 3 hingga 4 jam, bahkan jika dia tidak sedang mengalami menstruasi yang berat," saran Dr Kalra.

Baca Juga: Waspada, 4 Asupan yang Biasa Dikonsumsi Berikut Malah Bisa Merusak Hati

×
Zoomed
TERKINI
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB
Diabetes gestasional biasanya terjadi selama masa kehamilan hingga proses persalinan, meskipun perempuan tersebut sebelu...
wanita | 08:00 WIB