Wanita

Peneliti Temukan 50 Bahan Kimia Baru Dalam Tubuh Ibu Hamil & Bayinya

Temuan mengkhawatirkan, mengingat sangat sedikit hal yang diketahui tentang bahan kimia baru tersebut.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah

Ibu hamil. (Mothering)
Ibu hamil. (Mothering)

Himedik.com - Ilmuwan telah mendeteksi lebih dari 50 bahan kimia lingkungan baru tersembunyi di tubuh wanita hamil dan bayi mereka yang baru lahir.

Temuan ini sangat mengkhawatirkan, mengingat sangat sedikit hal yang diketahui tentang bahan-bahan kimia baru tersebut dan potensi dampak kesehatannya.

"Kami sangat prihatin dengan paparan yang terjadi selama kehamilan, karena ini merupakan periode perkembangan yang rentan," kata penulis studi Tracey Woodruff, direktur Program Kesehatan Reproduksi dan Lingkungan (PRHE).

Menurutnya, dilansir Live Science, bahan kimia tersebut dapat memengaruhi kesehatan sang ibu dan anak-anaknya di masa depan.

Peneliti mendeteksi beberapa senyawa, seperti zat perfluoroalkyl dan polyfluoroalkyl, atau PFAS. Sementara 10 senyawa lainnya tergolong dalam plasticizer, bahan kimia yang digunakan dalam produksi plastik, seperti ftalat.

Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

PFAS merupakan bahan kimia yang umum digunakan dalam produk peralatan masak antikengket dan kotak pizza.

Tetapi sebagian besar (37 senyawa) yang baru terdeteksi adalah bahan kimia yang hanya memiliki sedikit informasi atau tidak ada sama sekali.

"Kami terpapar bahan kimia yang sangat sedikit informasinya. Dan bahan kimia ini berpotensi memiliki efek kesehatan yang berbahaya yang tidak kami ketahui dan tidak dapat diprediksi," sambung Woodruff.

Woodruff mengatakan di masa depan peneliti berencana mempelajari toksisitas bahan kimia baru yang terdeteksi di dalam tubuh manusia ini dan bagaimana senyawa ini memengaruhi berbagai jaringan dalam jangka panjang.

Penemuan ini diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology pada Selasa (16/3/2021).

Berita Terkait

Berita Terkini

wanita

Vagina Terasa Kendur? Ini Penyebabnya

Umumnya, kulit akan kehilangan kelembapan dan elastisitas seiring bertambahnya usia. Hal yang sama juga dapat terjadi pada vulva dan dinding vagina.