Wanita

Sakit Kepala Selama Masa Kehamilan, Kenali 5 Penyebabnya!

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan sakit kepala selama kehamilan.

Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi kehamilan, ibu hamil (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)
Ilustrasi kehamilan, ibu hamil (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)

Himedik.com - Selama kehamilan , ibu hamil biasanya sering mengeluhkan sakit kepala. Kondisi ini bisa dipicu oleh faktor risiko tambahan, seperti masalah sinus, gangguan tidur dan dehidrasi selama kehamilan.

Dalam kebanyakan kasus, sakit kepala kehamilan tidak berbahaya. Tapi, sakit kepala yang terjadi mendadak dan dimulai pada trimester kedua kehamilan bisa menjadi tanda preeklamsia.

Preeklamsia adalah komplikasi terkait kehamilan yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan kerusakan organ pada kasus yang parah. Kondisi ini biasanya dimulasi setelah 20 minggu kehamilan.

Jika tak diobati, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi serius dan kefatalan. Perawatan medis yang paling efektif adalah ibu haru melahirkan bayi lebih awal.

Sakit kepala. (usplash/@Asdrubal luna)
Sakit kepala. (usplash/@Asdrubal luna)

Penyebab sakit kepala selama kehamilan

Sakit kepala kehamilan lebih sering terjadi sekitar usia 9 minggu, ketika volume darah dan hormon meningkat. Tapi dilansir dari Times of India, sakit kepala bisa dimulai kapan saja selama kehamilan.

Sakit kepala mungkin terasa seperti yang belum pernah Anda alami sebelumnya. Sakit kepala mungkin hanya terjadi di satu sisi kepala, sinus atau di kedua sisi.

1. Tekanan sinus

Peningkatan volume darah selama kehamilan juga bisa meningkatkan tekanan sinus yang menyebabkan sakit kepala sinus.

2. Gangguan tidur

Kurang tidur selama kehamilan juga bisa meningkatkan kemungkinan Anda mengalami sakit kepala.

3. Dehidrasi

Mual selama kehamilan juga bisa membuat ibu menjadi tidak minum air dalam jumlah cukup, sehingga meningkatkan risiko sakit kepala terkait dehidrasi.

4. Kelaparan

Saat Anda mengonsumsi lebih banyak kalori, Anda mungkin mengalami serangan rasa lapar dan gula darah rendah yang dapat memicu sakit kepala.

5. Fluktuasi hormon

Fluktuasi hormon selama kehamilan juga bisa memicu nyeri migrain atau sakit kepala migrain.

6. Ketegangan

Berat badan yang bertambah dan perubahan tubuh meningkatkan tekanan pada bahu dan leher yang menyebabkan sakit kepala tegang.

7. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi memang berhubungan dengan preeklamsia yang bisa menyebabkan sakit kepala, yang biasanya terjadi setelah 22 minggu. Jika Anda mengalami sakit kepala mendadak yang belum pernah dialami sebelumnya, periksalah ke dokter.

Berita Terkait

Berita Terkini