Usir Jauh-Jauh 5 Mitos Diet Ini, Jangan Percaya Lagi!

Kamu pasti masih percaya mitos diet ini?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yuliana Sere
Sabtu, 15 Desember 2018 | 20:00 WIB
Usir Jauh-Jauh 5 Mitos Diet Ini, Jangan Percaya Lagi!

Usir Jauh-Jauh 5 Mitos Diet Ini, Jangan Percaya Lagi!

himedik.com - Diet selalu menjadi bahan perbincangan di setiap tahun dan bahkan menjadi resolusi utama sejumlah orang. Nah, ketika kita ingin menjalankan program ini, kita kerap mendegar masukan dari beberapa orang yang mungkin bisa memengaruhi pola pikir kita.

Jika kamu paham apa itu diet, sebenarnya tidak perlu takut atau khawatir dengan apa yang orang katakan.

Berikut 5 mitos diet yang harus kamu usir jauh-jauh. 

1. Melewatkan sarapan bisa menurunkan berat badan

Tidak masalah melewatkan sarapan jika kamu bukan tipe orang yang suka sarapan. Namun, jika itu membuatmu kelaparan saat siang hari, malah bisa membuat kenaikan berat badan, lho.

Melewatkan sarapan juga bisa memperlambat metabolisme tubuh dan menekan asupan kalori harian.

2. Suplemen diet bantu turunkan berat badan

Konsumsi suplemen penurun erat badan hanya akan membuat berat badan bertambah. Banyak suplemen mengandung efek kafein.

Ini tentu buruk bagi jantung dan bisa menimbulkan gangguan tidur. Kurang tidur memicu kenaikan lemak perut dan berat badan.

Program diet. (Unsplash/Rawpixel)
Program diet. (Unsplash/Rawpixel)

3. Makan malam bikin gemuk

Baca Juga: Seberapa Efektif Diet Jus Buah dan Sayur?

Makan sedikit pada waktu malam akan membuat kita terhindar dari rasa lapar. Pasalnya, kelaparan saat tengah malam bisa membuat kita makan lebih banyak. Sebenarnya masalah utama ada pada apa dan bagaimana caramu makan.

4. Makan banyak porsi kecil daripada porsi besar

Porsi makan tergantung kebutuhan kita. Tidak ada resep pasti untuk makan. Kamu harus sesuaikan dengan gaya hidupmu. Porsi makan kecil tidak lantas membuat berat badan kita turun.

Menu diet sehat. (Unsplash/Lily Banse)
Menu diet sehat. (Unsplash/Lily Banse)

5. Tidak perlu diet jika berat badan ideal

Jangan menjadikan angka BMI sebagai patokan tapi lihat pola hidupmu secara keseluruhan. Ahli gizi dari Seattle, Ginger Hultin, MS, RDN mengatakan ketika seseorang memiliki angka BMI yang sehat namun ukuran pinggangnya terus bertambah, maka orang tersebut berisiko mengalami penyakit jantung dan masalah pada pembuluh darah.

Itulah beberapa mitos diet yang selama ini sering kamu dengar. Jangan lagi kamu percaya, ya.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB