Seberapa Sehatkah Cokelat Untukmu?

Simak ulasannya

Vika Widiastuti | Yuliana Sere
Selasa, 15 Januari 2019 | 08:00 WIB
Seberapa Sehatkah Cokelat Untukmu?

Seberapa Sehatkah Cokelat Untukmu?

himedik.com - Kamu pasti sudah sangat sering membaca atau mendengar manfaat cokelat bagi kesehatan fisik dan mental.

Penelitian telah mengaitkan konsumsi cokelat dengan tekanan darah rendah, penurunan risiko penyakit jantung, stres, daya ingat yang lebih baik, dan masih banyak lagi.

Namun, sejauh mana kita bisa menyebut cokelat sebagai makanan sehat?

Secara khusus, flavanol yang terkandung dalam kakao dikatakan bertanggung jawab atas sifat antioksidan dan anti-inflamasi, seperti dilaporkan medical daily.

Inilah sebabnya sebagian besar penelitian mengkaji cokelat hitam yang mengandung kadar flavanol yang lebih tinggi dibandingkan dengan cokelat susu dan cokelat putih.

"Flavanol merupakan salah satu nutrisi yang paling menjanjikan yang tersedia untuk membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular," kata Dr. JoAnn Manson dari Brigham and Women's Hospital.

Cokelat hitam/pexels
Cokelat hitam/pexels

 

Ia juga mengungkapkan, uji coba skala besar adalah langkah logis berikutnya dalam menguji efektivitasnya.

Akan tetapi, masalahnya adalah sebagian besar cokelat yang dijual secara komersial juga disertai dengan jumlah gula dan zat tambahan yang tinggi.

Ini berarti manfaat apa pun yang dapat kamu peroleh dari flavanol tidak dapat diserap karena kandungan berbahaya bahan-bahan tersebut.

Baca Juga: Seorang Ayah Tak Sengaja Beri Makan Saus Pedas ke Bayinya

Untuk ukuran kuantitas, peneliti belum menetapkan ukuran porsi terbaik untuk mendapatkan manfaat potensial. Namun, kita tahu bahwa makan terlalu banyak dapat menyebabkan peningkatan risiko kenaikan berat badan, kerusakan gigi, ketergantungan, dan efek buruk lainnya.

Untuk orang-orang tertentu, konsumsi cokelat juga dapat berdampak buruk bagi kulit dan menciptakan masalah serius bagi mereka yang berisiko terkena batu ginjal.

Menikmati cokelat dalam porsi sedang, 1 ons beberapa kali seminggu, seperti yang disarankan oleh Klinik Cleveland, seharusnya tidak berbahaya.

Makanan lain yang merupakan sumber flavonoid yang baik termasuk apel, anggur merah, teh, bawang, dan cranberry.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB