Jarang Membersihkan Pusar? Kamu Bisa Alami Dampak Negatif Ini

Jangan abaikan kebersihan pusar, ya.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yuliana Sere
Selasa, 02 April 2019 | 22:00 WIB
Ilustrasi pusar - (Pixabay/Tumisu)

Ilustrasi pusar - (Pixabay/Tumisu)

Himedik.com - Kapan terakhir kali kamu membersihkan pusar? Atau kapan kamu melihat seberapa bersih pusarmu?

Meski sering terabaikan, pusar menjadi salah satu bagian tubuh yang penting untuk dijaga kebersihannya.

Melansir dari Women's Health Mag, pusar dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri dari keringat, sel kulit mati, serat pakaian, serta sekresi minyak.

Pusar yang sering tidak dibersihkan dapat mengeluarkan bau bahkan cairan berwarna kecoklatan kuning, atau putih.

Cairan ini merupakan tanda infeksi bakteri atau ragi, kata Dr. Noelani González, MD, direktur dermatologi kosmetik di Mount Sinai West di New York City.

Ilustrasi pusar - (Pixabay/efes)
Ilustrasi pusar - (Pixabay/efes)

Dr. Noelani mengatakan strategi terbaik adalah mencuci area tersebut dengan sabun dan air yang lembut. Usahakan jangan ada luka gores atau bahan berbasis alkohol yang keras saat membersihkan pusar.

Setelah itu, keringkan dengan handuk. Pasalnya lingkungan yang lembab seperti pusar menjadi tempat hidup yang disukai bakteri.

Jika kamu tak sengaja melukai pusarmu, misalnya terkena kuku yang tajam, oleskan sedikit jeli Vaseline ke area tersebut untuk membantu menyembuhkan lukamu, kata Dr. Kanchanapoomi Levin.

Jangan malas membersihkan pusar, ya!

Baca Juga: Lunasi Utang Buat Fungsi Otak Meningkat, Kok Bisa?

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB