Info

Salah Memilih Makanan Bisa Berpengaruh pada Kesehatan Mental, Kok Bisa?

Kekurangan nutrisi seperti vitamin dan mineral lambat laun akan berdampak negatif pada sistem daya tahan tubuh.

Vika Widiastuti

Ilustrasi makan pizza (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi makan pizza (Pixabay/Free-Photos)

Himedik.com - Kondisi seseorang salah satunya bisa digambarkan lewat makanan yang mereka konsumsi. Misalnya saat satu individu tidak suka makan buah dan sayur, maka dia akan memiliki potensi lebih tinggi untuk terpapar virus atau bakteri jahat.

Kekurangan nutrisi seperti vitamin dan mineral lambat laun akan berdampak negatif pada sistem daya tahan tubuh, pencernaan, metabolisme, dan bahkan mental.

Akhirnya, ketika kamu sering tidak fit dan kinerja tidak maksimal, kamu tidak dapat menjadi individu yang kamu inginkan.

Rachel Olsen, Nutrition Expert YOUVIT gummy multivitamin, mengatakan bahwa selain berdampak pada kesehatan fisik, nutrisi harian juga memiliki peran memengaruhi kesehatan mental.

“Dalam manusia sebenarnya terdapat saraf vagus yang menghubungkan fungsi lambung dan otak. Nah, contohnya pas kita makan yang tidak sehat seperti fast food, bakteri jahat di lambung akan meningkat dan mengakibatkan gangguan asam lambung. Akhirnya saraf vagus yang ada di lambung akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa ada ketidakseimbangan. Hal ini bisa membuat kita merasa tidak nyaman dan lebih mudah tersinggung,” ujarnya.

Ilustrasi makan bersama keluarga (Pixabay/skeeze)
Ilustrasi makan bersama keluarga (Pixabay/skeeze)

 

Dia menambahkan bahwa jika hal tersebut dilakukan terus menerus, maka sinyal negatif ke otak akan terakumulasi dan menyebabkan kesehatan mental yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, dia menyarankan untuk sebisa mungkin mengubah pola makan ke arah yang lebih sehat, agar kesehatan mental dapat terjaga.

“Kalau bisa kita mulai lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan seperti brokoli, tomat, mangga, pisang, dll. Karena selain kaya vitamin dan mineral, jenis makanan ini juga tinggi antioksidan yang penting untuk menangkal radikal bebas di sel-sel otak. Sehingga risiko disfungsional otak bisa dicegah,” tambahnya lagi.

Rachel juga mengatakan bahwa untuk mendapatkan kandungan nutrisi maksimal dari buah dan sayuran, perlu diperhatikan juga cara memasaknya.

“Sebaiknya sih dikukus, jangan digoreng atau direbus. Supaya kandungan vitamin dan mineralnya tidak banyak terbuang,” ucap gadis keturunan Indonesia-Denmark ini. 

Dia menjelaskan pula bahwa agar kita dapat menjaga kebutuhan standar vitamin dan mineral harian, multivitamin tambahan bisa menjadi solusi bagus untuk mendapatkan asupan makanan yang baik untuk lambung dan otak sehingga baik untuk tubuh dan kesehatan mental.  (Suara.com/Silfa Humairah Utami)
 

Berita Terkait

Berita Terkini