Tak Cuma Fisik, Nutrisi yang Dikonsumsi akan Memengaruhi Kesehatan Mental

Berikut nutrisi yang bagus untuk menjaga kesehatan mental.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Kamis, 30 Juli 2020 | 16:00 WIB
Tak Cuma Fisik, Nutrisi yang Dikonsumsi akan Memengaruhi Kesehatan Mental

Tak Cuma Fisik, Nutrisi yang Dikonsumsi akan Memengaruhi Kesehatan Mental

himedik.com - Apa yang kita makan ternyata sangat memengaruhi segala aspek kesehatan, baik mental maupun fisik. Itulah sebabnya nutrisi yang buruk juga akan berdampak pada jiwa kita.

Banyak ahli mengatakan kekurangan nutrisi penting dapat memicu penyakit mental seperti kecemasan, depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, dan ADHD.

Menurut sebuah studi bersama di University of Melbourne dan Deakin University, ada hubungan penting antara kualitas makanan dan potensi kekurangan nutrisi dengan kesehatan mental.

Peneliti mengatakan seiring dengan serangkaian kondisi medis, psikiatri dan kesehatan masyarakat sekarang harus mengenali dan menerapkan diet serta nutrisi sebagai penentu utama kesehatan mental.

Dilansir The Health Site, berikut beberapa nutrisi yang harus dikonsumsi untuk melindungi kesehatan mental menurut psikatri gizi.

Ilustrasi Remaja Depresi. (Shutterstock)
Ilustrasi remaja mengalami gangguan mood (Shutterstock)

1. Magnesium

Diet kaya magnesium dapat membantu Anda dalam mengatasi depresi dan kecemasan. Makanan mengandung magnesium misalnya kacang-kacangan, tahu, biji-bijian, alpukat, dan pisang.

2. Asam lemak omega-3

Nutrisi ini sangat penting untuk pengembangan dan fungsi sistem saraf pusat. Kekurangan asam lemak omega 3 dapat menyebabkan gangguan mood, kecemasan, depresi, penurunan kemampuan kognitif, hingga pemahaman yang buruk.

Ikan, terutama yang berlemak, biji-bijian, kacang-kacangan dan kacang kedelai adalah sumber nutrisi yang baik.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Menurut Ahli Nutrisi

3. Seng

Kekurangan seng dapat menyebabkan depresi, peningkatan kecemasan, lekas marah dan ketidakstabilan emosional. Banyak studi klinis menunjukkan bahwa pasien yang menderita depresi memiliki kadar seng yang lebih rendah.

Ilustrasi Stres Gara-Gara Media Sosial. (Shutterstock)
Ilustrasi Stres  (Shutterstock)

4. Vitamin B

Kekurangan vitamin B dapat meningkatkan risiko depresi klinis atau gangguan depresi lainnya.

Gejala kekurangan vitamin B lainnya adalah paranoia, kelainan saraf, depresi, gangguan daya ingat, konsentrasi dan kemampuan belajar.

Sayuran berdaun gelap, kacang-kacangan, daging merah dan biji-bijian adalah sumber vitamin ini.

5. Vitamin D

Vitamin ini mengaktifkan gen yang mengatur sistem kekebalan tubuh dan melepaskan neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin yang memengaruhi fungsi dan perkembangan otak.

Sebuah studi di Belanda menemukan kadar vitamin D yang rendah berkaitan dengan gejala depresi mayor dan minor pada 169 orang yang berusia 65 tahun atau lebih.

Jadi, sertakan makanan seperti ikan berlemak, kuning telur, dan jamur ke dalam pola makan Anda.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB