Bingung Bedakan Depresi dan Sedih Biasa? Begini Solusinya

Sedih dan depresi memang beda-beda tipis, tapi keduanya punya perbedaan mendasar.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Jum'at, 28 Agustus 2020 | 15:00 WIB
Bingung Bedakan Depresi dan Sedih Biasa? Begini Solusinya

Bingung Bedakan Depresi dan Sedih Biasa? Begini Solusinya

himedik.com - Ada perbedaan antara kesedihan normal dan depresi. Pada dasarnya, depresi dan rasa sedih biasa terkadang terlihat mirip. Sebab bagaimanapun, rasa sedih menjadi salah satu bagian dari depresi.

Tapi melansir dari Medical News Today ada hal yang bisa dibedakan antara sedih biasa dan depresi, antara lain:

Kesedihan Biasa

Kesedihan adalah emosi manusia normal yang akan dialami setiap orang pada saat stres atau mengalami masa-masa suram. Sejumlah peristiwa kehidupan dapat membuat orang merasa sedih atau tidak bahagia.

Kehilangan atau ketidakhadiran orang yang dicintai, perceraian, kehilangan pekerjaan atau pendapatan, masalah keuangan, atau masalah di rumah semuanya bisa saja memengaruhi suasana hati secara negatif dan akan memicu kesedihan.

Ilustrasi perempuan. (Unsplash/Anthony Tran)
Ilustrasi perempuan sedih (Unsplash/Anthony Tran)

Namun, orang yang mengalami kesedihan biasanya dapat merasa lega setelah menangis, melampiaskan kesedihannya atau mengungkapkan rasa frustrasi mereka.

Kesedihan umumnya akan berlalu sering waktu tanpa pengobatan tertentu. Namun jika tidak bisa keluar dari kesedihan dan tidak bisa kembali ke kebiasaan normal, maka mungkin Anda terkena depresi.

Jika suasana hati yang memburuk atau berlangsung lebih dari 2 minggu, maka cobalah untuk berbicara dengan ahli medis.

Depresi

Berbeda dengan kesedihan biasa, depresi menjadi gangguan mental yang memiliki efek luar biasa dalam hidup seseorang. Pada 2015, sekitar 16,1 juta orang berusia 18 tahun atau lebih di Amerika Serikat telah mengalami setidaknya satu episode depresi mayor dalam setahun terakhir.

Baca Juga: Waspada, Tidur Siang Satu Jam atau Lebih Malah Berbahaya untuk Jantung

Ilustrasi depresi (shutterstock)
Ilustrasi depresi (shutterstock)

Berikut adalah gejala depresi:

  • Putus asa
  • Rasa sedih
  • Kurangnya motivasi
  • Hilangnya minat pada aktivitas yang pernah dianggap menyenangkan oleh individu
  • Dalam kasus yang parah, orang degan depreis mungkin berpikir atau mencoba bunuh diri.
  • Mereka tidak lagi merasa ingin menghabiskan waktu dengan keluarga atau teman
  • Berhenti mengejar hobi mereka atau merasa tidak dapat menghadiri pekerjaan atau sekolah.

Jika perasaan sedih ini bertahan lebih dari dua minggu, seorang profesional perawatan kesehatan dapat mendiagnosis orang tersebut dengan gangguan depresi mayor (MDD).

Tidak seperti kesedihan, depresi dapat membuat seseorang berjuang untuk menjalani hari-harinya. Kesedihan hanyalah salah satu dari banyaknya gejala depresi. Asosiasi Kecemasan dan Depresi Amerika (ADAA) mencatat bahwa depresi adalah salah satu penyakit kesehatan mental yang paling umum di Amerika Serikat.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB