Jangan Malas Gerak! 3 Jenis Olahraga Ini Bisa Redakan Depresi dan Stres

Berolahraga pada umumnya memang dikenal baik untuk meningkatkan kesehatan mental.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Jum'at, 30 Oktober 2020 | 17:00 WIB
Jangan Malas Gerak! 3 Jenis Olahraga Ini Bisa Redakan Depresi dan Stres

Jangan Malas Gerak! 3 Jenis Olahraga Ini Bisa Redakan Depresi dan Stres

himedik.com - Olahraga secara teratur disebut dapat mengurangi risiko pengembangan dan keparahan gejala depresi. Bahkan hanya olahraga sebentar pun bisa bermanfaat bagi kesehatan mental Anda.

"Olahraga teratur adalah salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan untuk kesehatan mental dan fisik Anda," kata Adam Fry, PhD, spesialis ilmu kinerja di Icahn School of Medicine di Mount Sinai kepada Insider.

"Hanya satu jam olahraga per minggu dapat secara signifikan mengurangi risiko depresi dan gejala depresi," imbuhnya.

Olahraga juga terbukti merangsang pelepasan endorfin, neurotransmitter di otak yang meredakan rasa sakit, meningkatkan perasaan senang dan membantu menurunkan tingkat stres.

Melansir dari Insider, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat merekomendasikan 150 hingga 300 menit olahraga setiap minggu. Selain itu, para peneliti juga menyarankan beberapa olahraga yang membantu meringankan depresi, antara lain:

1. Olahraga Intensitas Sedang

Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise menemukan bahwa mereka yang berolahraga dengan intensitas sedang seperti olahraga tim, olahraga individu, dan berjalan selama 150 menit seminggu dilaporkan memiliki lebih sedikit gejala depresi seperti kecemasan.

Situasi pandemi tidak menyurutkan kebutuhan berolahraga.
Ilustrasi berolahraga.

2. Latihan Kekuatan

Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry menemukan bahwa peserta yang melakukan latihan kekuatan seperti angkat beban secara signifikan mengurangi gejala depresi.

Berbagai gejala depresi yang bisa diringankan dengan olahraga jenis ini adalah suasana hati yang buruk, kehilangan minat dalam aktivitas, dan perasaan tidak berharga.

Baca Juga: Survei IDF, Indonesia Berstatus Waspada Diabetes

3. Yoga

Sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan oleh Universitas Boston menemukan bahwa orang dengan depresi klinis yang mengikuti kelas yoga dua hingga tiga kali seminggu mengalami peningkatan ketenangan, rasa positif, kelelahan fisik yang lebih tinggi, serta gejala kecemasan dan depresi yang lebih baik.

"Saya pikir orang sering terpaku pada program latihan yang sempurna. Program latihan seperti itu sulit dipatuhi," kata Fry.

"Pesan saya kepada orang-orang, jenis olahraga terbaik adalah olahraga yang benar-benar Anda lakukan. Temukan jenis olahraga yang Anda sukai dan lakukan itu," imbuhnya.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB