Anda Termasuk Orang yang Mudah Cemas? Psikolog Ungkap Alasannya

Ada beberapa orang yang lebih mudah cemas ketimbang lainnya.

Yasinta Rahmawati
Senin, 02 Agustus 2021 | 19:30 WIB
Anda Termasuk Orang yang Mudah Cemas? Psikolog Ungkap Alasannya

Anda Termasuk Orang yang Mudah Cemas? Psikolog Ungkap Alasannya

himedik.com - Perasaan cemas adalah hal yang wajar. Namun jika datang berlebihan, ini bisa jadi adanya masalah pada kesehatan mental. Lalu, mengapa ada orang yang mudah sekali merasa cemas?

Penyebab seseorang mudah merasa cemas diungkap oleh Psikolog sekaligus Penasihat Motherhope Indonesia, Anisa Cahya Ningrum. “Kecemasan datang saat kita memikirkan apa yang belum terjadi, dan itu kita imajinasikan,” ungkapnya pada acara Terapi Kecemasan Covid-19, Minggu (1/8/2021).

Selain itu, penyebab seseorang mudah mengalami stres adalah adanya tuntutan yang harus dikerjakannya. Seperti dalam hal pekerjaan, misalnya, ia punya tugas yang harus diselesaikan. Dengan adanya tuntutan tersebut, ia bisa saja mengalami cemas dan juga stres karena takut tugasnya tidak selesai atau gagal.

Rasa cemas juga bisa disebabkan karena orang tersebut merasa tidak mampu. Menurut Anisa, kondisi ini membuat seseorang tidak tahu harus berbuat apa untuk mengatasi rasa cemasnya.

“Ketika seseorang cemas, mereka tidak tahu harus berbuat apa. Atau mungkin dia sudah tahu caranya bagaimana, tapi tidak tahu harus bagaimana cara melakukannya,” ungkapnya lebih lanjut.

Jika kecemasan datang berlebihan, lanjut Anisa, itu bisa berdampak pada imunitas tubuh seseorang.

“Sebenarnya kecemasan itu datang dari pikiran kita sendiri, jadi ada imajinasi kita tentang hal yang kita takutkan di masa depan nanti. Dan ketakutan itu berdasarkan apa yang ada di pikiran kita,” lanjutnya.

“Misalnya, seorang ibu punya anak perempuan yang keluar sampai jam 12 malam belum pulang. Pasti cemas dan khawatir, karena yang ada di pikirannya pergi malam-malam itu bahaya. Banyak kejahatan, apalagi anak perempuan. Itulah yang membuat dia khawatir dan cemas yang dikaitkan berdasarkan pengalamannya,” pungkasnya.

(Suara.com/Aflaha Rizal Bahtiar)

Baca Juga: Bukan dengan Sabun, Begini Cara Mencuci Buah dan Sayuran yang Disarankan

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB