Bisa Turunkan Berat Badan, Yuk Kenali Diet Paleo Ala Manusia Zaman Batu
himedik.com - Terdengar cukup asing daripada model diet lainnya, diet paleo adalah diet yang dikonsumsi di era Palaeolitik, sekitar 2,5 juta tahun yang lalu.
Melansir dari Times of India, diet ini biasanya menekankan makan ikan, daging tanpa lemak, buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan. Ini adalah makanan yang bisa diperoleh di masa lalu dengan berburu dan meramu.
Diet ini membatasi makanan yang menjadi umum ketika pertanian muncul sekitar 10.000 tahun yang lalu. Makanan termasuk produk susu, biji-bijian dan kacang-kacangan.
Studi menunjukkan bahwa diet paleo dapat menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan dan meningkatkan kesehatan Anda bahkan tanpa mengurangi kalori.
Nama umum lainnya untuk diet Paleo adalah diet Paleolitik, diet zaman batu, diet manusia gua dan diet pemburu-pengumpul.

Diet tersebut bertujuan untuk kembali ke cara makan yang dimakan manusia pada zaman dahulu. Alasan diet ini adalah bahwa tubuh manusia secara genetik tidak cocok dengan diet modern yang muncul dengan praktik pertanian, sebuah gagasan yang dikenal sebagai hipotesis ketidaksesuaian.
Pertanian telah mengubah apa yang orang makan dan dengan cepat mengubah pola makan. Hal ini yang menurut hipotesis, melampaui kemampuan tubuh untuk beradaptasi.
Ketidaksesuaian ini diyakini menjadi faktor penyebab meningkatnya obesitas, diabetes, dan penyakit jantung dalam kehidupan saat ini.
Berikut adalah beberapa makanan yang harus dimakan dan dihindari saat mengikuti diet Paleo.
Makanan untuk dimakan pada diet Paleo
Baca Juga: Pasien Covid-19 Bisa Alami Perubahan Metabolisme, Apa Dampaknya?
Makanan yang tidak boleh dimakan pada diet Paleo

Makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi dalam jumlah kecil antara lain wine dan dark chocolate. Cokelat hitam memiliki kandungan kakao lebih dari 70 persen lebih tinggi. Cokelat hitam berkualitas sangat bergizi dan sangat sehat.