cancel
Sabtu, 28 Januari 2023

Kenali 5 Efek Samping Insomnia, Termasuk Dorongan Seks Menurun Lho!

Ada banyak efek samping insomnia, yang tidak hanya seputar kelelahan saja.

Shevinna Putti Anggraeni
share on facebook share on twitter share on line share on telegram share on whatsapp copy to clipboard
Ilustrasi insomnia. (irishtimes.com)
Ilustrasi insomnia. (irishtimes.com)

Himedik.com - Kelelahan konstan adalah efek samping paling umum dari insomnia atau kurang tidur.

Tapi, efek samping dari insomnia itu tidak hanya kelelahan. Ada sejumlah perilaku lain yang bisa terjadi akibat kurang tidur.

Berikut ini dilansir dari Express, 5 efek samping insomnia yang seharusnya dipahami.

1. Tubuh tidak sehat

Infeksi virus corona dan flu biasa akan membuat kebanyakan orang merasa lelah. Tapi, hal ini akan semakin buruk bila Anda kurang tidur.

Penderita insomnia berisiko mengalami kekurangan tidur jangka panjang, karena ketidakmampuan mereka untuk tidur. Sehingga, hal ini bisa mengganggu kemampuan tubuh untuk memproduksi zat penangkal infeksi dalam sistem kekebalan tubuh.

Ilustrasi tidur. (Pexels/ Andrea Piacquadio/aufahardy)
Ilustrasi tidur. (Pexels/ Andrea Piacquadio/aufahardy)

Menurut situs medis terakreditasi Healthline, kurang tidur mengurangi produksi antibodi dan sitokin yang digunakan untuk melawan bakteri dan virus.

Anda tidak hanya akan lebih rentan terkena kondisi umum ini, tetapi Anda juga bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih darinya.

2. Dorongan seks lebih rendah

Meskipun kelelahan adalah alasan paling umum seseorang melewatkan hubungan seks di malam hari. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa 14 persen wanita lebih mungkin menunjukkan minat untuk berhubungan seks bila memiliki waktu ekstra untuk tidur.

Pada pria yang kurang tidur tiap malam pun bisa memiliki kadar testosteron yang rendah, sehingga sering tidak minat berhubungan seks.

3. Sistem saraf menjadi lebih lambat

Efek samping internal dari insomnia mungkin tidak terlihat oleh mata, tetapi mereka memainkan peran besar dalam fungsi otak dan tubuh Anda sehari-hari.

Tidur sangat penting untuk mendukung fungsi normal sistem saraf, tetapi insomnia kronis dapat mengganggu cara tubuh mengirim dan memproses informasi.

“Kurang tidur membuat otak Anda lelah, sehingga tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik," jelasnya.

4. Masalah psikologis

Ada hubungan yang sangat erat antara tidur dan kesehatan mental, membuat insomnia menjadi kondisi yang berpotensi berbahaya untuk berjuang sendirian.

Kurang tidur dapat membuat orang terjeabk dalam stres, kecemasan, harga diri rendah, dan kesulitan menghadapi kehidupan sehari-hari.

5. Berisiko alami masalah kesehatan serius

Tidur adalah bagian penting dari gaya hidup sehat karena mendorong kemampuan tubuh untuk mengatur metabolisme dan memproduksi zat alami untuk mendukung fungsi internal.

Menurut NHS, kurang tidur secara teratur menempatkan Anda pada risiko kondisi medis yang serius, termasuk obesitas, penyakit jantung koroner dan diabetes.

Karena, kurang tidur mengurangi kadar leptin tubuh (zat kimia yang membuat Anda merasa kenyang dan meningkatkan hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar.

Terkait

Terkini