cancel
Kamis, 02 Februari 2023

Hentikan Kebiasaan Tidur dengan Kipas Angin Menyala, Ini 6 Efeknya Pada Tubuh!

Kebiasaan tidur dengan posisi kipas angin selalu menyala bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Shevinna Putti Anggraeni
share on facebook share on twitter share on line share on telegram share on whatsapp copy to clipboard
Kipas angin (Pixabay/JamesDeMers)
Kipas angin (Pixabay/JamesDeMers)

Himedik.com - Beberapa orang mungkin terbiasan tidur dengan kipas angin menyala, karena lebih nyenyak atau menenangkan.

Apalagi, tidur pakai kipas angin ketika udara panas. Tapi, kebiasaan tidur pakai kipas angin, baik saat cuaca panas atau dingin justru berbahaya.

Raj C. Dedhia, MD, MSCR , profesor otorhinolaryngology dan obat tidur di Fakultas Kedokteran Perelman University of Pennsylvania, dilansir dari Live Strong, telah menguraikan beberapa dampak kebiasaan tidur pakai kipas angin.

1. Memicu alergi atau asma

Pada pasien dengan alergi terhadap debu atau antigen dalam ruangan lainnya, kipas angin dapat mengaduk partikel di dalam ruangan atau menyebarkan debu yang terkumpul pada kipas itu sendiri.

Kipas angin dapat menyebabkan tungau debu, bulu hewan peliharaan, dan lainnya, menyebar yang dapat memperburuk gejala alergi atau asma Anda.

Ilustrasi asma (shutterstock)
Ilustrasi asma (shutterstock)

2. Membuat udara ruangan buruk

Jika Anda tinggal di lingkungan perkotaan di mana ada banyak partikel emisi diesel, kipas angin dapat mengedarkan polutan udara luar ruangan ini ke dalam ruangan.

Hal ini sangat berbahaya bagi Anda yang alergi debu maupun tidak. Polutan tersebut dapat memperburuk kualitas udara dalam ruangan.

Sedangkan, kualitas udara dalam ruangan yang buruk dapat menyebabkan perkembangan infeksi, kanker paru-paru dan penyakit paru-paru kronis seperti asma.

3. Memicu hidung tersumbat

Tidur dengan kipas angin juga bisa menyebabkan hidung tersumbat. Hal ini karena hembusan udaranya bisa menghilangkan kelembapan dari tubuh Anda dan mengeringkan selaput lendir Anda.

Setelah hidung Anda teriritasi, itu menghasilkan lendir secara berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan selaput lendir dan hidung tersumbat.

4. Menyebabkan lebih mudah sakit

Keseringan tidur dengan kipas angin menyala membuat selaput lendir Anda mengering sehingga Anda akan lebih rentan sakit. Padahal, lendir memberikan lapisan perlindungan sehingga semua jenis iritasi atau organisme tidak dapat menembusnya.

Bila selaput lendir ini mengering, mukosa menjadi sangat mudah ditembus. Parahnya lagi, Anda mungkin juga mulai mengalami retakan di hidung yang bisa menjadi pintu masuk bakteri.

5. Menyebarkan kuman

Tidur dengan kipas angin tidak hanya melemahkan pertahanan hidung Anda terhadap kemungkinan infeksi, tetapi juga dapat menyebarkan kuman.

Jika Anda berbagi kamar dengan seseorang yang sedang flu, kipas angin akan meniupkan partikel virus ke arah Anda. Dengan kata lain, arus kipas dapat membawa aliran serangga yang stabil ke arah Anda saat Anda tidur.

6. Memicu kulit kering

Udara dari kipas angin tidak hanya bisa mengeringkat selaput lendir, tetapi juga mengeringkan kulit Anda, terutama di iklim dingin dengan udara dalam ruangan yang kering dan panas.

Kipas angin bisa menyerap kelembapan dari kulit Anda. Bahkan, keseringan pakai kipas angin bisa membuat Anda sedikit dehidrasi. Karena, kipas angin berkontribusi pada hilangnya cairan dan kelembapan yang lebih besar.

Terkait

Terkini