Wanita

Haid Tidak Teratur? Lihat Penyebabnya di Sini

Nomor empat sering kamu alami.

Rauhanda Riyantama | Yuliana Sere

Ilustrasi darah haid (iStock)
Ilustrasi darah haid (iStock)

Himedik.com - Haid yang tidak teratur masih menjadi masalah yang sering dialami sebagian wanita. Normalnya haid akan terjadi setiap 28 hari sekali.

Namun tidak menutup kemungkinan beberapa wanita akan mengalami rentang waktu yang lebih lama atau bahkan lebih cepat dari itu.

Lalu apa penyebab siklus yang tidak teratur ini?

Dilansir dari beberapa sumber, HiMedik telah menemukan beberapa penyebab siklus haid tidak teratur. Yuk, simak ulasannya.

1. Olahraga yang terlalu sering

Olahraga memang baik untuk kesehatan namun jika dilakukan berlebihan maka akan mengganggu siklus menstruasi.

Hormon yang berlawanan dengan progesteron dan estrogen akan diproduksi berlebih sehingga mengganggu jalannya siklus.

Pusing saat olahraga. (Cari Sehat)
Pusing saat olahraga. (Cari Sehat)

 

2. Bisa jadi tanda sebuah penyakit

Siklus yang tidak lancar atau pun bahkan berhenti menandakan tubuh sedang mengalami masalah. Satu penyakit yang berkaitan dengan ini adalah ovarium polikistik.

Kondisi ini ditandai dengan munculnya kista kecil dalam indung telur sehingga membuat hormon menjadi tidak seimbang.

3. Gaya hidup

Gaya hidup tidak sehat juga menjadi faktor pengaruh dalam hal ini. Kebiasaan merokok, alkohol atau pun tidak olahraga bisa menjadi penyebabnya.

Minum kopi sambil merokok. (DrinksFeed)
Minum kopi sambil merokok. (DrinksFeed)

 

4. Stres

Ini menjadi penyebab paling umum yang sering terjadi. Stres bisa menekan hormon siklus haid, akibatnya siklus menjadi terhambat beberapa hari.

Jika sedang stres, hibur dirimu dengan makan, nonton atau mendengarkan musik.

Stres/bourse-millionnaire.com
Stres/bourse-millionnaire.com

 

5. Perubahan berat badan

Berat badan memengaruhi siklus menstruasi. Pola makan yang berubah bahkan kurangnya asupan bergizi membuat siklus haid menjadi terganggu.

Jika siklus ini sering terjadi, tidak ada salahnya kamu berkonsultasi ke dokter. Dapatkan saran dokter secepat mungkin ya.

Berita Terkait

Berita Terkini