Pria

Ngeri, Perut Buncit Pria Ini Ternyata Berisi Tumor 33 Kilogram

Kecurigaannya bermula saat melakukan program diet.

Rauhanda Riyantama

Hector Hernandez sebelum tumor seberat 33 kilogram diangkat. (Dok: University of Southern California.)
Hector Hernandez sebelum tumor seberat 33 kilogram diangkat. (Dok: University of Southern California.)

Himedik.com - Siapa sangka jika perut buncit yang dialami pria ini ternyata berisi tumor seberat 33 kilogram? Peristiwa ini terjadi pada seorang pria bernama Hector Hernandez asal California, AS. 

Kecurigaannya bermula saat melakukan program diet. Alih-alih ingin berubah menjadi kurus, namun perutnya justru makin bertambah besar. Sementara bagian tubuh lainnya menjadi kurus akibat diet dan olahraga.

Bermodal kecurigaan itu, akhirnya Hernandez memeriksakan kondisinya ke dokter. Mengejutkan, berdasarkan hasil CT scan ia didiagnosis menderita jenis tumor kanker langka, yaitu retroperitoneal liposarcoma seberat 33 kilogram.

Liposarcoma adalah penyakit yang kompleks. Ada antara 50 sampai 70 sub-tipe berbeda, yang masing-masing punya keunikan sendiri. ''Penyakit ini bisa muncul di bagian mana pun pada tubuh,'' ungkap William Tseng, ahli sarkoma dan profesor bedah onkologi di University of Southern California Keck School of Medicine, yang menangani kasus ini.

Kepada IFL Science, Tseng menambahkan bahwa sebaiknya orang yang menderita liposarcoma segera menemui spesialis sarcoma yang mengetahui lebih dalam tentang penyakit ini. Karena sangat langka, penyakit ini kurang mendapat perhatian.

Penampilan Hector Hernandez setelah tumornya diangkat. (Dok: University of Southern California.)
Penampilan Hector Hernandez setelah tumornya diangkat. (Dok: University of Southern California)

 

Secara medis, liposarcoma terbentuk dari sel lemak yang berada di jaringan penghubung. Biasanya tumor ini bisa mencapai berat 13 kilogram atau bahkan lebih.

Dan yang paling umum terjadi yaitu di bagian paha dan rongga perut. Pada kasus Hernandez, sebutan retroperitoneal merujuk pada lokasi tumor yang berada di luar atau belakang peritoneum atau lapisan membran di perut. 

Untungnya, tumor seberat 33 kilogram yang bersarang di perut pria itu berhasil diangkat oleh Tseng dalam operasi selama enam jam. Dan yang paling membahagiakan adalah sel kanker itu belum menyeba, jadi Hernandez tak perlu menjalani kemoterapi atau terapi radiasi.

Sementara itu, Hernandez kini dilaporkan sudah dalam kondisi sehat. ''Untuk bisa mengangkat tumor itu dengan aman dan melihat Hernandez menikmati kualitas hidup yang baik sesudahnya, adalah suatu hal yang sangat luar biasa,'' tandas Tseng.

Berita Terkait

Berita Terkini