Raditya Dika Panik Kadar Bilirubin Anaknya Tinggi, Ini Lho Dampaknya!

Kadar bilirubin anak Raditya Dika mencapai 18,9 mg/dL yang jauh lebih tinggi dari batas normal 12 mg/dL.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Selasa, 17 November 2020 | 16:00 WIB
Cerita persalinan Anissa Aziza saat melahirkan anak pertama (Instagram/@raditya_dika)

Cerita persalinan Anissa Aziza saat melahirkan anak pertama (Instagram/@raditya_dika)

Himedik.com - Raditya Dika dan Anissa Aziza panik ketika tahu anak keduanya, Aksara Asa Nasution memiliki kadar bilirubin tinggi setelah beberapa hari lahir.

Karena, kadar bilirubin anaknya mencapai 18,9 mg/dL yang jauh lebih tinggi dari batas normalnya 12 mg/dL. Raditya Dika semakin panik ketika mencari tahu dampak bilirubin tinggi melalui internet.

"Gua selayaknya bapak yang khawatir langsung google dong. Tapi, setiap penyakit yang kita google pasti jadi 300 persen lebih parah dari yang sebenarnya. Begitu google, katanya bilirubin tinggi bisa kena ke otak lah jadi makin panik gue" ujar Raditya Dika dalam channel YouTube-nya.

Dilansir dari Alodokter, bilirubin sendiri merupakan pigmen kuning dalam darah dan tinja. Bilirubin diproduksi oleh tubuh ketika sel darah merah hancur secara alami. Pada bayi baru lahir, salah satu pertanda kadar bilirubin yang tinggi yakni kondisi bayi kuning.

Kadar bilirubin yang terlalu tinggi pada bayi memang bisa berdampak pada otaknya, merusak sel-sel otak dan menyebabkan ensefalopati. 

Pada kondisi parah itu disebut bilirubin ensefalopati akut yang gejalanya mungkin berupa:

Foto maternity Raditya Dika dan Annisa Aziza. [Imagenic/Instagram]
Foto maternity Raditya Dika dan Annisa Aziza. [Imagenic/Instagram]

 

  1. Demam dan muntah
  2. Kemampuan mengisap yang buruk
  3. Lesu dan sulit bangun tidur
  4. Kulit menguning
  5. Leher dan tubuh melengkung ke belakang
  6. Sering rewel dan gelisah

Jika bayi menampakkan tanda-tanda kadar bilirubin tinggi. Bayi membutuhkan penanganan medis dengan fototerapi.

Selain itu, Anda juga bisa mencegah kenaikan bilirubin dengan cara memberinya asupan ASI yang cukup. Karena, memberi anak ASI sebanyak 8 hingga 12 kali dalam 24 jam bisa membantu mengeluarkan bilirubin dalam tubuhnya.

Bila bayi mengonsumsi susu formula, Anda bisa memberinya minum susu sekitar 6 hingga 10 botol dalam 24 jam.

Baca Juga: Madu Palsu yang Diringkus Polisi di Banten Mengandung Molase, Apa Efeknya?

Bayi kuning dengan kondisi penyakit tertentu tidak bisa diatasi dengan menjemur bayi di bawah sinar matahari. Penanganan terbaik hanya bisa diperoleh di rumah sakit.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB