Bahayakah Daging Kurban Dibungkus Plastik? Ini Penjelasan Ahli

Kantong plastik merupakan proses daur ulang sehingga berpotensi mengandung zat karsinogen.

Rauhanda Riyantama
Selasa, 07 Agustus 2018 | 08:39 WIB
Bahayakah Daging Kurban Dibungkus Plastik? Ini Penjelasan Ahli

Bahayakah Daging Kurban Dibungkus Plastik? Ini Penjelasan Ahli

himedik.com - Mendekati perayaan Hari Raya Idhul Adha, segenap masyarakat Indonesia akan mempersiapkan segala hal untuk menyukseskan acara besar tersebut. Mulai dari hewan kurban, tempat penyembelihan, hingga hal sederhana seperti kantong plastik untuk membungkus dagingnya.

Dilansir dari Detikhealth, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawi Aji mengimbau bagi semua pihak sebaiknya tidak menggunakan kantong plastik. Sebab kantong plastik merupakan proses daur ulang sehingga berpotensi mengandung zat karsinogen yang berbahaya untuk kesehatan.

Umumnya, plastik terbuat dari bahan kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan. Bahan kimia yang membentuk plastik termasuk BPA dan DEHA. Menurut Institute for Agriculture and Trade Policy, kantong plastik rata-rata terbuat dari polietilen yang didaur ulang.

Jika membungkus daging dengan kantong plastik, dikhawatirkan zat kimia itu dapat menempel. Akibatnya, sering dikaitkan dengan risiko perubahan jaringan, kerusakan genetik, kesalahan kromosom, keguguran, cacat lahir, pubertas dini, dan perubahan hormon. Pada anak-anak, risikonya juga mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh yang memicu penyakit infeksi.

Sementara itu, dr Fielda Djuita, SpRad(K), Onk.Rad, spesialis radiasi onkologi menuturkan bahwa penggunaan kantong plastik sebaiknya dikurangi. "Sebaiknya kita meminimalkan penggunaan kantong plastik, tapi jika memang sangat membutuhkan plastik pilihlah plastik yang sudah aman untuk makanan," tutur dr Fielda Djuita.

Menurutnya, karsinogen adalah sebuah zat berbahaya yang dapat menyebabkan sel kanker dalam tubuh berkembang. Tapi, untuk membuktikan dalam kantong plastik itu mengandung zat berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit pada seseorang butuh penelitian yang lebih lanjut.

"Jadi kita tidak bisa memastikan bahwa karena menggunakan kantong plastik menjadi penyebab utama dari timbulnya penyakit tertentu. Banyak faktor yang bisa membuat seseorang terkena penyakit, bukan hanya karena kantong plastik," pungkas dr Fielda Djuita.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB