Anak

Ratu Kecantikan Inggris Akui Pernah Hampir Bunuh Diri Gara-Gara Instagram

Instagram ternyata bisa sebabkan bocah bunuh diri.

Vika Widiastuti | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

MIss England Alisha Cowie - (Instagram/@_lisha_pie)
MIss England Alisha Cowie - (Instagram/@_lisha_pie)

Himedik.com - Ratu Kecantikan Inggris Alisha Cowie (19) menanggapi kasus bunuh diri Molly Russell (14), yang dikabarkan disebabkan oleh Instagram. Sang Miss England 2018/2019 mengakui juga pernah hampir bunuh diri karena Instagram.

Mengutip Mirror, Minggu (3/2/2019), saat berusia 5 tahun, Alisha tak mau makan karena teman-teman di sekolah menyebutnya gendut. Makin bertambah umur, Alisha makin sulit menghadapi tekanan dari teman-temannya meskipun sebenarnya ia tahu dirinya tak gendut.

"Ingatan pertama yang aku punya adalah, berumur sekitar 9 tahun di kelas 6 dan disebut gemuk sepanjang waktu. Karena nama belakangku, mereka biasa memanggilku "cow" (sapi, -red)," kata Alisha.

"Awalnya aku tidak ambil pusing karena aku tahu aku tidak gemuk, tetapi seiring bertambahnya usia, makin sulit untuk menyukai diri sendiri."

Alisha pun mulai menjalani diet ketat secara sembunyi-sembunyi di usia 11 tahun. Kemudian ia makin dirundung alias di-buly karena dianggap terlalu kurus.

Perempuan kelahiran 18 Agustus 1999 ini dilempari benda-benda, termasuk batu oleh teman-temannya. Karena itu, ia pun mencari tahu soal anoreksia, yang justru membawanya ke situs-situs berisi gambar mengerikan yang mengagungkan anoreksia. Dari situ ia mulai mengenal unggahan soal melukai diri sendiri.

Ilustrasi bocah sedih - (Pixabay/klimkin)
Ilustrasi bocah sedih - (Pixabay/klimkin)

 

"Unggahan-unggahan itu menggunakan bahasa yang sangat puitis dan semuanya dibuat tampak sangat indah. Melukai diri sendiri dan anoreksia seolah-olah sedang digemari. Aku baru berusia 13 tahun, aku tidak tahu apa-apa soal melukai diri sendiri atau bunuh diri. Tapi kemudian aku diberondong dengan semua hal ini di Instagram dan itu membuatku merasa harus melakukannya juga," jelasnya.

"Aku pun menyayat tangan dan kakiku, terutama kakiku, sehingga tidak ada yang bisa melihatnya."

Menurut Alisha, gambar-gambar seperti itu sangat berbahaya, apalagi jika dilihat oleh anak-anak.

"Gambar-gambar ini harus diblokir sepenuhnya. Sama sekali tidak ada manfaatnya. Gambar-gambar itu tidak membantu siapa pun. Mereka hanya menghancurkan hidup," ungkap Alisha.

"Dalam waktu seminggu setelah menemukan gambar yang merugikan diri sendiri, aku juga mulai melakukannya. Sungguh gila anak-anak bisa melihat gambar-gambar itu di Instagram."

Alisha sendiri bahkan sempat berpikiran untuk bunuh diri. Namun, pikiran Alisha berubah setelah temannya meninggal.

Saat berusia 14 tahun, Alisha berteman dengan Sarah Clerkson, anak baru di sekolah yang ditemukan meninggal delapan bulan kemudian di rumah orang tua angkatnya. Perasaan Alisha hancur, tetapi kematian sahabatnya itu telah menyelematkannya dari percobaan bunuh diri.

"Serasa ada yang menyentak di dalam diriku. Aku jadi bertekad untuk menjalani hidup untuk kami berdua," ujar wanita berambut pirang ini.

"Sejak itu aku tidak pernah melukai diri. Itu benar-benar ujian bagiku. Aku mulai makan dengan benar. Dan aku merasa jauh lebih baik dalam waktu sesingkat itu."

Saat berusia 15 tahun, Alisha bergabung dengan agensi model, dan dua tahun kemudian ia dinobatkan sebagai Miss Newscastle, lalu Miss England tahun lalu.

Berita Terkait

Berita Terkini