Info

Benjolan di Otak Wanita Ini Dikira Tumor, Ternyata Cacing Pita

Setelah mengira dirinya hidup dengan mengidap kanker otak ganas, temuan ini justru melegakan bagi Rachel.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah

Ilustrasi masalah otak - (Pixabay/VSRao)
Ilustrasi masalah otak - (Pixabay/VSRao)

Himedik.com - Seorang wanita bernama Rachel Palma mengalami hal tak biasa. Ia sering berhalusinasi, menjatuhkan barang, hingga memiliki  masalah komunikasi. Hal tersebut awalnya dikira akibat tumor di otaknya, ternyata bukan.

Rachel telah mendatangi berbagai rumah sakit. Namun, semua itu tidak juga menyelesaikan masalahnya. Hingga setelah ia melakukan pemeriksaan scan otak, muncul petunjuk tentang masalah yang selama ini menderanya. Dokter menduga ada tumor seukuran kelereng di otaknya.

Dokter di Rumah Sakit Mount Sinai, Amerika Serikat, kemudian menjadwalkan operasi untuk Rachel pada September 2018. Tujuannya untuk mengangkat sel kanker di otaknya itu.

"Kami melakukan diseksi kecil pada jaringan otak, dan apa yang kami lihat adalah benjolan yang berbentuk bulat telur," kata Jonathan Rasouli, MD, kepala residen bedah saraf di Mount Sinai, melansir CNN via WebMD.

"Itu terlihat seperti telur burung puyuh, ukurannya sama, penampilannya sama, bentuk yang sama," sambungnya.

Ilustrasi tumor otak. (shutterstock)
Ilustrasi masalah otak. (shutterstock)

 

Namun, setelah dokter membelah 'tumor' itu di bawah mikroskop, dia justru terkejut. Pasalnya, bukan tumor otak, dia malah menemukan cacing pita.

Setelah mengira dirinya hidup dengan mengidap kanker otak ganas, temuan ini justru melegakan bagi Rachel.

"Tentu saja aku jijik. Tapi tentu saja, aku lega. Itu berarti aku tidak perlu lagi menjalani perawatan," tutur wanita berusia 42 tahun dari Middletown, Amerika Serikat, itu.

Dokter mendiagnosis Palma dengan neurocysticercosis. Infeksi parasit otak ini dapat terjadi jika Anda menelan telur mikroskopis cacing pita babi. Infeksi seperti ini dapat menyebabkan kejang hingga kematian.

Telur itu melewati tubuh seseorang yang memiliki infeksi cacing pita usus dewasa melalui kotoran. Jika orang tersebut tidak mencuci tangan dengan benar, mereka dapat mengontaminasi makanan.

Setelah orang lain menelannya, telur-telur itu menetas dan pergi ke otak, kemudian menjadi larva. Ketika larva sudah berada di otak, maka itu disebut neurocysticercosis.

Berita Terkait

Berita Terkini