Jaga Jarak dan Buka Jendela Bisa Kurangi Risiko Terpapar Covid-19

Sekali bersin, orang akan menyebarkan kurang lebih 1000 partikel microdroplets di udara.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Jum'at, 10 April 2020 | 13:00 WIB
Jaga Jarak dan Buka Jendela Bisa Kurangi Risiko Terpapar Covid-19

Jaga Jarak dan Buka Jendela Bisa Kurangi Risiko Terpapar Covid-19

himedik.com - Percikan air liur yang menjadi salah satu transmisi penularan Covid-19 ,di mana berukuran kurang dari 10 micrometer atau disebut dengan microdroplets. Menurut para ahli, microdroplets bisa bertahan di udara yang tidak bersirkulasi, sehingga perlu bagi Anda untuk membuka jendela.

Perusahaan penyiaran Jepang, NHK bersama beberapa ilmuwan melakukan penelitian dengan mendokumentasikan percikan liur menggunakan  High-sensitivity camera.

Pada dokumentasi itu, mereka menggunakan simulasi seseorang yang bersin atau batuk. Sekali bersin akan menyebarkan kurang lebih 1000 partikel microdroplets di udara.

Sementara pada orang yang berbincang, microdroplets akan menyebar lebih jauh ketika seseorang bicara lebih keras atau menghembuskan napas secara dalam.

"Transmisi air liur bisa terjadi saat orang sedang berbincang, bahkan ketika mereka dibatasi jarak tertentu, kasus-kasus ini tidak dapat dijelaskan oleh infeksi air liur biasa," kata Kazio Tateda, Presiden Asosisasi Penyakit Infeksi Jepang.

Ilustrasi menahan bersin. (pixabay/PublicDomainPictures)
Ilustrasi menahan bersin. (pixabay/PublicDomainPictures)

 

"Kami pikir, infeksi datang dari partikel yang ukurannya micrometer, mekanisme transmisinya disebut dengan infeksi microdroplets," tambahnya pada NHK.

Microdroplets inilah yang menurut Kazio Tateda bisa menyebarkan virus.

"Microdoplets dapat membawa virus di mana keluar saat bicara dengan keras atau bernapas secara dalam. Orang disekitar kan menghirupnya dan begitulah cara virus menyebar, kita sekarang bisa melihat bagaimana risikonya," kata Tateda.

Ilustrasi ngobrol. (Pixabay)
Ilustrasi ngobrol. (Pixabay)

NHK kemudian melakukan simulasi mengenai seberapa lama microdroplets akan menyebar di ruangan. Tim NHK dan para peneliti menggunakan pemodelan dengan 10 orang berada di sebuah ruangan.

Baca Juga: Awas, 4 Komplikasi Penderita Diabates Bila Terinfeksi Virus Corona Covid-19

Pada simulasi tersebut, ketika salah satu orang batuk maka ia akan menyebarkan sekitar 1000 microdroplets. Menit pertama, sebagian microdroplets akan jatuh ke lantai namun ada yang tetap di udara dan bisa bertahan di menit ke-20 ketika dibiarkan.

"Jika udaranya tidak mengalir, maka microdroplet tetap tidak akan bergerak dan karena ketika mereka tidak bisa bergerak di udara, maka microdroplet akan tetap di ruangan" kata Masashi Yamakawa, profesor dari Kyoto Institute of Technology.

Oleh karena itu, menurut simulasi NHK jendela dan sirkulasi dipercaya dapat efektif mengaburkan microdoplets di udara. Microdroplets berukuran sangat kecil dan ringan sehingga udara sangat diperlukan membuatnya bergerak.

"Yang penting adalah membuka jendela, lakukan setidaknya satu jam, itu akan memperkecil risiko infeksi," ujar Tateda.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB