Info

Waduh, 1 dari 10 Pasien Virus Corona Kehilangan Indra Penciuman Permanen

Sebuah temuan baru menyatakan sejumlah pasien virus corona Covid-19 kehilangan indera penciuman secara permanen.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni

Indera penciuman. (Pixabay)
Indera penciuman. (Pixabay)

Himedik.com - Virus corona Covid-19 telah diketahui sebagai penyakit yang menyerang saluran pernapasan tubuh manusia. Virus mematikan ini pun bisa menyebabkan gejala berupa kehilangan indra penciuman dan rasa atau yang disebut anosmia.

Seseorang diketahui dapat mendeteksi dirinya terinfeksi virus corona Covid-19 atau tidak dengan cara mengecek kemampuannya dalam mencium maupun merasakan sesuatu.

Kini, penelitian baru telah menjelaskan gejala tersebut. Sayangnya, bagi sebagian orang kehilangan indra penciuman dan perasa mungkin terjadi permanen akibat virus corona Covid-19.

Bahkan penelitian pun menemukan sekitar 1 dari 10 pasien virus corona Covid-19 mengaku telah kehilangan indra perasa dan penciumannya secara permanen.

Para peneliti mensurvei ada sebanyak 187 orang Italia yang positif terinfeksi virus corona Covid-19, tetapi tidak menjalani perawatan di rumah sakit.

Para peserta pun diminta untuk mendeteksi sendiri indra penciuman dan rasanya ketika pertama kali didiagnosis dan kedua kali setelah sebulan kemudian.

Ilustrasi hidung - (Shutterstock)
Ilustrasi hidung, indera penciuman, indera perasa - (Shutterstock)

 

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Otolaryngology, menemukan bahwa 113 partisipan melaporkan perubahan dalam indera penciuman dan rasa saat terinfeksi virus corona Covid-19.

Sebanyak 113 partisipan itu, sebanyak 55 orang sudah pulih dari virus corona Covid-19 dan indera penciuman serta perasanya kembali setelah sebulan. Sedangkan 46 orang mengaku kondisi membaik sejak didiagnosis.

Tapi, 12 orang mengaku indra penciuman dan pengecapnya masih terganggu dan semakin parah. Mereka melaporkan gejala paling parah membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

Kini, para peneliti pun memgingatkan bahwa ribuan pasien virus corona Covid-19 yang sudah pulih bisa mengalami hilangnya indera penciuman dan rasa dalam jangka panjang.

"Intervensi yang sangat rendah untuk pasien virus corona yang anormia. Bahkan dengan tingkat resolusi yang tinggi, jumlah kasus virus corona terus berkembang dan kemungkinan pasien datang untuk mengobati gejalanya," jelas Dr Joshua Levy, seorang spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Emory dikutip dari Mirror.

Dr Joshua juga mengingat pasien virus corona yang belum pulih harus mempertimbangkan untuk terapi mengembalikan indra penciuman yang hilang akibat virus corona.

Beberapa pasien virus corona Covid-19 mengalami anosmia karena virus telah merusak saraf yang memengaruhi indra penciuman. Panduan NHS pun menyarankan orang dengan kondisi ini perlu mengisolasi diris elama 14 hari untuk mencegah penularan.

Berita Terkait

Berita Terkini