Donor Plasma Darah untuk Lawan Covid-19, Siapa yang Boleh dan Tidak?

Tak semua orang bisa mendonorkan plasma darahnya untuk pasien virus corona Covid-19, karena ada beberapa kriteria khusus.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Senin, 07 September 2020 | 13:00 WIB
Donor Plasma Darah untuk Lawan Covid-19, Siapa yang Boleh dan Tidak?

Donor Plasma Darah untuk Lawan Covid-19, Siapa yang Boleh dan Tidak?

himedik.com - Donor plasma darah sudah tak asing lagi didengar di tengah wabah virus corona Covid-19. Pasalnya, donor plasma darah dinilai sebagai metode pengobatan paling tepat untuk melawan virus mematikan tersebut.

Plasma darah adalah cairan kuning yang membawa sel darah merah dan putih serta trombosit ke sekitar darah. Orang yang sembuh dari virus corona Covid-19 akan memiliki sel darah putih yang diarahkan untuk melawan penyakit.

Orang yang mendonasikan plasma darahnya bisa meneruskan sel-sel terprogram ini pada kelompok orang yang sedang melawan penyakit dan membantu pemulihannya.

Namun, dilansir dari Express, dokter menyarankan orang yang menyumbang atau mendonorkan plasma darahnya adalah kelompok orang yang sebelumnya positif virus corona Covid-19 dan berhasil sembuh.

NHS Blood and Transplant (NHSBT) mengatakan mereka akan memprioritaskan donor yang sudah terdaftar di layanan tersebut.

Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)
Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)

Tapi, mereka masih membutuhkan seseorang yang bisa memberikan darah untuk melakukannya. Mereka yang ingin membantu hanya bisa mengulurkan tangan jika kriteriannya cocok.

Adapun syarat bagi pendonor plasma darah, antara kondisinya bugar dan sehat, berusia 17 tahun ke atas dan memiliki volume darah yang cukup besar.

NHSBT menambahkan mereka ingin orang yang paling mungkin memiliki antibodi dalam plasmanya untuk mendonorkan, artinya orang yang baru saja sembuh dari penyakit tersebut.

Sedangkan, berikut ini daftar orang yang tidak boleh mendonorkan plasma darah antara lain:

1. Sedang menjalani perawatan medis
2. Sedang minum obat tertentu
3. Baru-baru ini berpergian ke tempat yang terdampak wabah atau luar negeri
4. Memiliki tato dan tindik
5. Merasa tidak enak badan setiap kali ingin donor
6. Menderita kanker

Baca Juga: Studi: Virus Corona pada Anak Masih Terdeteksi Meski Telah Ada Antibodi

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB