Pria

Sudah Tahu Belum? Ternyata Begini lho Tahapan Orgasme pada Pria

Saat orgame terbagi jadi dua fase yaitu emisi dan ejakulasi.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Dwi Citra Permatasari Sunoto

ilustrasi Mr P - (Pixabay/derneuemann)
ilustrasi Mr P - (Pixabay/derneuemann)

Himedik.com - Saat orgasme pria membutuhkan hormon testosteron sebagai bahan bakar. Michael Ingber, MD, seorang dokter di bidang urologi mengatakan bahwa testosteron adalah faktor utama yang menggerakkan hasrat seksual. Dilansir dari laman Everyday Health, berikut tahapan orgasme pada pria yang mungkin perlu kamu pahami.

Gairah

Gairah diperoleh dari sesuatu atau seseorang yang mendorong minat seksual. Hal itu mendorong otak untuk mengirim sinyal ke sumsum tulang belakang ke organ seks dan menyebabkan ereksi.

Seketika Mr. P menjadi ereksi saat darah memenuhi jaringan spons di dalamnya. Darah dibawa oleh arteri yang telah mengembang untuk memungkinkannya mengalir hingga 50 kali lebih cepat dari kecepatan normalnya.

Sementara itu, pembuluh darah di Mr. P yang biasanya mengalirkan darah keluar, menjadi menekan, sehingga lebih banyak darah tetap di dalam, menghasilkan ereksi yang kuat. Skrotum menarik ke arah tubuh, dan otot-otot di seluruh tubuh meningkat dalam ketegangan.

Plateau

Tubuh pria mempersiapkan orgasme pada fase ini, yang dapat berlangsung dari 30 detik hingga 2 menit. Ketegangan otot semakin meningkat dan gerakan-gerakan tubuh yang tidak disengaja, terutama di panggul, mulai mengambil alih.

''Denyut jantung pria juga akan meningkat antara 150 hingga 175 denyut per menit,''  kata Ingber. Cairan bening mungkin mulai mengalir dari uretra. Cairan pra-ejakulasi ini dimaksudkan untuk mengubah keseimbangan pH uretra, untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup sperma.

Pisang. (unsplash)
Ilustrasi Mr. P. (unsplash)

 

Orgasme

Orgasme sendiri terjadi dalam dua fase, emisi dan ejakulasi. Dalam emisi, pria mencapai ejakulasi tak terhindarkan. Cairan semen disimpan di dekat bagian atas uretra, siap untuk ejakulasi.

Sedangkan ejakulasi terjadi dalam serangkaian kontraksi yang sangat cepat pada otot-otot Mr. P dan di sekitar pangkal anus. Dorong panggul yang tidak disengaja juga dapat terjadi. Saraf yang menyebabkan kontraksi otot mengirim pesan kesenangan ke otak pria.

Periode reda dan pemulihan

Setelah ejakulasi, Mr. P mulai kehilangan ereksi. Sekitar setengah dari ereksi hilang segera, dan sisanya memudar segera setelahnya.

''Ketegangan otot memudar, dan pria juga mungkin merasa santai atau mengantuk,'' papar Ingber.

Pria biasanya harus menjalani periode refrakter atau fase pemulihan, di mana mereka tidak dapat mencapai ereksi lagi. Kata Ingber periode ini bervariasi pada pria.

Pada usia 18 tahun biasanya kurang dari 15 menit. Pada pria lanjut usia, bisa sampai 10 hingga 20 jam. Sedangkan, periode pemulihan rata-rata adalah sekitar setengah jam.

Namun, pria berbeda dari wanita yang mana biasanya sudah 'kenyang' setelah satu orgasme. Sedangkan wanita dapat mengalami lebih dari satu orgasme tanpa kehilangan gairah seksual, dan tidak harus menjalani periode refrakter.

Jadi, pahami benar ya perihal orgasme atau ejakuliasi ini, biar urusan di ranjang makin harmonis.

Berita Terkait

Berita Terkini