Pria

Berhubungan Intim Setiap Hari, Ini Dampaknya pada Sperma!

Sebenarnya frekuensi hubungan intim setiap pasanga berbeda, tergantung pada usia, status hubungan dan lainnya.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi berhubungan seks. (PIxabay/niekverlaan)
Ilustrasi berhubungan seks. (PIxabay/niekverlaan)

Himedik.com - Beberapa pasangan suami-istri mungkin suka berhubungan intim setiap hari, salah satunya selebriti Barbie Kumalasari. Ia mengaku senang berhubungan setiap hari.

Bahkan ketika menikah dengan mantan suaminya dahulu ia setidaknya rutin berhubungan intim minimal 5 kali sehari.

"Biasanya kalau sama mantanku dulu itu sama mantan suamiku (berhubungan seks) sehari minimal 5 kali," kata Barbie Kumalasari dalam channel Youtube Rey Utami & Benua.

Sebenarnya frekuensi hubungan intim setiap pasanga berbeda, tergantung pada usia, status hubungan dan lainnya.

Hamed Al Taher, dokter kandungan dan ginekolog dilansir dari Baby Centre pun mengatakan rutin hubungan seks 2-3 kali sepanjang siklus masa subur akan meningkatkan peluang hamil.

Tetapi, keseringan berhubungan intim akan menimbulkan masalah jika jumlah sperma pasangan rendah. Karena berhubungan seks terlalu sering justru membuat sulit hamil.

Ilustrasi pasangan saat bercinta. [shutterstock]
Ilustrasi pasangan saat bercinta. [shutterstock]

 

Sebab, tubuh membutuhkan waktu 3 bulan untuk menghasilkan sperma baru. Sehingga terlalu sering berhubungan seks, tubuh tidak dapat menghasilkan sperma yang cukup saat ejakulasi.

Di sisi lain, terlalu lama tidak berhubungan seks juga bisa merusak kualitas sperma. Penelitian menunjukkan bahwa semakin lama sperma tinggal di testis, maka semakin tinggi risiko kerusakan DNA. Padahal kondisi ini yang membuat pasangan susah hamil.

Selain itu, berhubungan seks hanya selama siklus ovulasi juga membuat stres dan berakibat buruk pada pertumbuhan bayi. Jadi terlalu sering maupun sangat jarang berhubungan intim sama-sama memberikan dampak buruk.

Berita Terkait

Berita Terkini