Anak

Lehernya Terlilit Rambut Ibu, Seorang Bayi Nyaris Tercekik

Bayi nyaris mati tercekik saat tidur karena rambut ibunya.

Agung Pratnyawan | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Ilustrasi bayi tidur dengan orang tua - (Unsplash/Isaac Del Toro)
Ilustrasi bayi tidur dengan orang tua - (Unsplash/Isaac Del Toro)

Himedik.com - Seorang bayi nyaris tercekik oleh rambut ibunya. Sang ibu, Emma Lewis Chipili (35), kemudian memperingatkan bahaya tidur dekat bayi.

Dikutip dari New York Post, Kamis (31/1/2019), pada Selasa, Emma tidur di kasur di samping putranya yang berusia 16 bulan, Lincoln.

"Dia selalu berbagi tempat tidur dengan saya sejak dia masih bayi, tetapi saya selalu sadar untuk berhati-hati dengan rambut saya," kata Emma, yang tinggal di Wales, Inggris, kepada Wales Online. "Rambut selalu saya kucir."

Namun malam itu, Emma membiarkan rambutnya terurai sedikit karena sakit kepala, dan dia bisa merasakan putranya bergerak. Akhirnya dia bangun dan menyadari bahwa rambutnya telah terikat di leher Lincoln.

Dalam keadaan panik, Emma mulai melepaskan Lincoln dari rambutnya, tetapi lilitan rambut di leher Lincoln malah makin erat.

Ilustrasi bayi di kasur - (Unsplash/Picsea)
Ilustrasi bayi di kasur - (Unsplash/Picsea)

 

"Saya benar-benar berharap ada orang lain di sana, saat itu sangat menakutkan," katanya. "Saya menangis dan kemudian mulai berteriak minta tolong."

Untungnya, suami Emma, Justin, ada di rumah. Justin kemudian memotong rambut Emma untuk membebaskan putranya.

Mereka mengatakan bahwa Lincoln baik-baik saja, hanya memiliki bekas lilitan merah di lehernya. Setelah kejadian itu, Emma memperingatkan ibu-ibu lain tentang bahaya tidur bersama bayi.

"Siapa pun yang memiliki rambut panjang dan berbagi tempat tidur dengan anak-anak, tolong jangan asal digerai!" tulisnya dalam unggahan Facebook yang sekarang sudah dihapus.

Menurut American Academy of Pediatrics, sekitar 3.500 bayi meninggal setiap tahun karena kematian yang terjadi saat tidur. WebMd melaporkan, bayi yang meninggal karena mati lemas dan tercekik di tempat tidur naik 184% dari 1999 hingga 2015.

Kemudian menurut laporan American Academy of Pediatrics pada 2016, para pakar merekomendasikan orang tua untuk tidak berbagi tempat tidur dengan bayinya, tetapi tetap harus berbagi kamar tidur.

Berita Terkait

Berita Terkini