Wanita

Sarwendah Pamer Makan Durian saat Hamil, Ternyata Ini 9 Manfaatnya

Durian punya 9 manfaat untuk bumil, tapi bisa menyulitkan persalinan alami jika berlebihan.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Sarwendah, (Suara.com/Ismail)
Sarwendah, (Suara.com/Ismail)

Himedik.com - Aktris Sarwendah Tan memamerkan buah durian yang ia makan ketika sedang hamil. Melalui unggahan di Instagram pada Rabu (30/1/2019) kemarin, istri Ruben Onsu ini seolah menepis kepercayaan banyak orang selama ini -- bahwa ibu hamil tak boleh makan durian.

Meski begitu, Sarwendah tetap menyarankan para bumil untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum makan buah tropis itu. Ia sendiri diperbolehkan dokternya makan durian selama masa kehamilan, tetapi dalam jumlah terbatas.

''Bumil makan duren? Boleh enggak ya? Yang pasti coba tanya dokter masing-masing dulu, dan kebetulan kata dokterku boleh 1-2 biji aja selama aku sehat dan baby-nya sehat, yang penting enggak berlebihan,'' tulis Ibu Thalia Putri Onsu itu. ''Bumil kuliner dulu ya biar baby-nya enggak ngiler.''

Banyak warganet kemudian menyampaikan opininya masing-masing di kolom komentar. Sebagian dari mereka sependapat dengan Sarwendah soal makan durian selama mengandung. Namun, tak sedikit pula yang memiliki pandangan berlawanan.

 

 

Lantas, benarkah ibu hamil boleh mengonsumsi durian? Mengutip Firstcry Parenting, hal itu memang dibenarkan, tetapi atas izin dokter.

Selama ini durian dianggap tabu untuk ibu hamil karena diyakini dapat menimbulkan panas dalam tubuh, sehingga memengaruhi bayi dalam kandungan. Namun, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan pemahaman itu. Malahan, dihimpun dari Firstcry Parenting, sembilan kandungan durian berikut ini memiliki manfaat bagi ibu hamil dan janin:

1. Kaya serat makanan

Banyak wanita hamil sering menderita sembelit karena perubahan hormon dalam tubuh. Durian bertindak sebagai pencahar alami dan membantu menghilangkan bahan kimia berbahaya dari usus. Durian juga menjaga selaput lendir terlindungi karena kandungan seratnya mengurangi paparan racun.

2. Sumber folat yang baik

Durian kaya akan asam folat dan dapat membantu mencegah cacat lahir pada bayi baru lahir. Anda bisa mendapatkan 9% dari kebutuhan harian akan asam folat dari 100g durian.

3. Kaya vitamin B

Durian kaya akan vitamin seperti riboflavin, niasin, dan tiamin. Ini bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil secara keseluruhan.

4. Kaya akan antioksidan

Durian mengandung zinc, triptofan, dan organo-sulfur yang memiliki efek antioksidan. Kandungan itu melindungi ibu dan janin dari serangan polutan dan radikal bebas.

5. Kaya vitamin C

Vitamin C tidak hanya membantu sistem kekebalan tubuh, tetapi juga membantu ibu hamil dan janin yang belum lahir dalam menyerap kalsium dan zat besi.

Buah durian - (Unsplash/Gliezl Bancal)
Buah durian - (Unsplash/Gliezl Bancal)

 

6. Mengandung mineral

Durian kaya akan mineral seperti zat besi, tembaga, mangan, dan magnesium, yang membuatnya sangat bermanfaat bagi wanita hamil yang membutuhkan peningkatan pasokan darah untuk pertumbuhan janin.

7. Bebas lemak jenuh

Buah durian tidak memiliki kolesterol atau lemak jenuh. Kandungan garamnya, sehingga membantu mengatur tekanan darah selama kehamilan.

8. Mencegah keasaman

Durian dapat membantu mencegah keasaman karena memiliki aksi antasid.

9. Melawan depresi

Durian juga dapat membantu memerangi depresi selama kehamilan dan juga setelah melahirkan.

Meski begitu, karena kandungan gula dan karbohidratnya yang tinggi, durian harus dihindari oleh para bumil dengan enam kondisi berikut: diabetes gestasional, riwayat diabetes gestasional sebelumnya, riwayat keluarga diabetes, obesitas, secara ketat disarankan untuk tidak menambah berat badan selain yang telah direkomendasikan, dan kehamilan di trimester ketiga.

Sedangkan bagi ibu-ibu hamil di luar enam kondisi itu, durian boleh dikonsumsi, tetapi tak boleh terlalu banyak. Menurut Firstcry Parenting, dua biji makanan glisemik tinggi berukuran sedang ini dapat memberi 60 kalori.

Maka dari itu, makan durian secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan glukosa darah secara tiba-tiba dan juga dapat meningkatkan berat badan janin. Hal ini terbukti menjadi penghalang untuk persalinan alami dan bisa menjadi penyebab utama obesitas di masa kanak-kanak. Jadi, tetap percayakan kesehatan janin pada dokter ya, Moms!

Berita Terkait

Berita Terkini