Anak

Bocah Autisme Dikunci Kepala Sekolah di Luar Kelas, Ini Kronologinya

Hal ini diketahui dari rekaman CCTV.

Vika Widiastuti | Yuliana Sere

Ilustrasi anak dikunci di luar kelas - (Pixabay/FeeLoona)
Ilustrasi anak dikunci di luar kelas - (Pixabay/FeeLoona)

Himedik.com - Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dengan autisme dikunci di sekolah oleh kepala sekolahnya.

Hal ini disampaikan oleh sang ibu, dikutip dari Inside Edition. "Dia melanjutkan interkom dan memerintahkan semua orang untuk tidak membiarkannya masuk," kata ibu JaVohn Perry kepada InsideEdition.com, Senin lalu.

Akibatnya, kepala sekolah, Ashlie Short dikenakan cuti administratif berbayar minggu lalu sambil menunggu penyelidikan.

Menurut sebuah pernyataan dari Distrik Sekolah Kent, fokus mereka adalah pada pembelajaran. "Fokus kami bersama tetap pada mengajar dan belajar dengan penekanan pada pembelajaran," tulis pernyataan itu.

'Ketika proses ini berlanjut, kami tidak dapat membagikan perincian tentang investigasi, keluhan terkait atau masalah personal dan tidak akan berkomentar lebih lanjut karena ini adalah masalah personal dan investigasi aktif."

Juru bicara distrik, Melissa Laramie menolak menjawab pertanyaan dari InsideEdition.com.

Pengawasan orangtua terhadap barang yang digunakan anak untuk bermain harap selalu diperhatikan. (Unsplash/Micha Parzuchowski)
Ilustrasi anak dikunci di luar kelas. (Unsplash/Micha Parzuchowski)

 

Melalui rekaman CCTV, Perry mengatakan putranya berjalan sendirian di sekitar sekolah untuk mencoba masuk kelas. Tidak lama setelahnya, asisten guru tersebut terlihat menurunkan tirai jendela.

Menurut ibunya, kejadian itu terjadi bulan lalu saat JaMar Taylor marah karena disuruh mengambil barang di ruangan yang berbeda. Sekolah pun menelepon dan mengatakan JaMar perlu dijemput.

Pasalnya ia diketahui mengutuk dan mendorong kepala sekolah. Ketika dia kemudian berbicara dengan putranya tentang hal itu, dia mengakui bahwa ia mengutuk namun tidak mendorong kepala sekolahnya.

Menurut Perry, anaknya benar-benar kesal dengan semua itu dan sulit baginya untuk memercayai orang.

Perry berkata bahwa dia kemudian berhadapan dengan pejabat sekolah tentang insiden itu. Kepala sekolah mengatakan dia mengunci pintu karena khawatir akan keselamatan fisiknya setelah dia mendorongnya.

Tidak berhenti di situ, Perry juga telah melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib dengan menyerahkan rekaman CCTV tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini