Anak Sering Berkeringat Saat Tidur? Waspada Bisa Jadi Tanda Peyakit Kronis

Anak yang berkeringat berlebih bisa menjadi tanda menderita suatu penyakit.

Agung Pratnyawan | Shevinna Putti Anggraeni
Senin, 13 Mei 2019 | 08:00 WIB
Penyebab anak selalu berkeringat banyak (Pixabay/skeeze)

Penyebab anak selalu berkeringat banyak (Pixabay/skeeze)

Himedik.com - Apakah anak anda sering berkeringat, terutama saat tidur? Jika iya, amati keringatnya sangat banyak atau tidak. Karena keringat yang berlebih pada anak kecil bisa jadi tanda suatu penyakit atau gangguan tertentu.

Munculnya keringat guna membantu menormalkan suhu tubuh dan mendinginkannya. Namun, beberapa anak balita mungkin memiliki jumlah keringat yang berlebih, beda dengan lainnya.

Melansir dari momjunction.com, keringat yang berlebih disebut juga hiperhidrosis yang terjadi pada malam hari ketika anak sedang tidur.

Beberapa area tubuh yang biasa banyak berkeringat, yakni ketiak, kaki dan tangan.

Hyperhidrosis atau keringat berlebih bisa saja terjadi pada semua umur. Tetapi, khusus pada balita ini adalah fenomena yang umum karena sistem pengaturan suhu tubuhnya belum sempurna.

Balita juga memiliki kelenjar keringat lebih banyak karena sebanding dengan ukuran berat badannya. Selain itu, keringat berlebih pada balita bisa juga karena mereka tertidur sangat nyenyak.

Ilustrasi tidur berkeringat (pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi tidur berkeringat (pixabay/Free-Photos)

 

Namun, ada beberapa penyebab spesifik mengapa anak balita berkeringat sangat banyak.

1. Kelenjar keringat terlalu aktif

2. Memiliki penyakit kronis

Baca Juga: Paula Verhoeven Sempat Alami Keguguran, 4 Makanan Ini Baik Dikonsumsi

3. Ketidakseimbangan hormon

4. Terjadi infeksi di dalam tubuh

Guna mengetahui keringat berlebih anak anda karena suatu penyakit atau hal normal perlu dilakukan cek fisik.

Tes fisik ini guna mengetahui area tubuh mana saja yang sering berkeringat lalu mencari diagnosanya. Berikut ini beberapa tes yang biasanya dilakukan, yakni:

1. Tes kertas

Biasanya dokter akan menempatkan jenis kertas khusus pada area yang berkeringat berlebih. Kerta itu nantinya akan menyerap keringat anak anda.

Setelah kerta itu menyerap keringat, dokter akan menimbangnya untuk mengetahui jumlah keringat yang dikeluarkan tubuh.

2. Tes pati yodium

Dokter akan memberikan larutan yodium ke daerah yang berkeringat. Lalu akan menaburkan pati di atasnya.

Jika area yang ditaburi pati berubah menjadi ungu atau biru tua, artinya bagian tubuh tersebut menunjukkan gejala hiperhidrosis.

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB