Warna dan Bau Urin Menentukan Kondisimu, Begini Penjelasannya

Kondisi kesehatan bisa dilihat dari warna urin. Lihat penjelasannya di sini yuk!

Rauhanda Riyantama | Yuliana Sere
Selasa, 17 Juli 2018 | 14:06 WIB
Toilet/unsplash

Toilet/unsplash

Himedik.com - Warna urin bisa menjadi indikator kesehatanmu. Namun, bisa dipastikan bahwa sebagian besar orang pasti tak terlalu memerhatikan warna urin ketika buang air kecil. Urin mengandung air, garam dan bahan kimia yang disebut urea yang kemudian disaring oleh ginjal.

Ginjal juga berfungsi menyaring racun yang mungkin terkandung dalam makanan atau minuman yang kamu konsumsi. Makanan atau obat-obatan ini nantinya bisa memengaruhi warna serta bau dari urin.

Menurut webmd, warna kuning pucat keemasan adalah warna urin yang sehat dan normal. Warna ini berasal dari pigmen yang disebut urochrome. Jika tak memiliki warna sama sekali, ini mungkin kamu terlalu banyak minum air atau mengonsumsi obat yang disebut diuretik - obat yang membantu tubuh membuang cairan.

Urin yang berwarna kuning atau cokelat dan agak gelap menjadi tanda bahwa kamu mengalami dehidrasi. Disamping itu, ini menjadi tanda adanya masalah pada hati. Segera temui dokter jika tak membaik dalam satu atau dua hari.

Urin juga bisa muncul dalam beberapa warna:

Makanan yang pengaruhi warna urin/pexels
Makanan yang pengaruhi warna urin/pexels

 

Merah muda atau merah: Beberapa makanan seperti wortel, bit dan rhubarb bisa mengubah warna urin menjadi merah keunguan samapi merah muda. Ini juga bisa karena efek samping dari obat seperti antibiotik rifampisin atau obat untuk infeksi saluran kemih (ISK) yang disebut phenazopyridine. Warna urin seperti ini bisa menjadi tanda penyakit ginjal, ISK, masalah prostat atau tumor.

Oranye: Bila warna urin seperti warna minuman ringan beraroma jeruk, itu mungkin karena obat-obatan seperti vitamin B2 dosis tinggi, obat UTI phenazopyridine atau antibiotik isoniazid. Bergantung pada warnanya, itu juga bisa menjadi tanda bahwa kamu mengalami dehidrasi atau ada masalah dengan hati atau saluran empedu.

Biru atau hijau: Warna ini mungkin karena pewarna dalam makanan atau obat-obatan, seperti propofol anestesi atau obat alergi/asma promethazine. Kondisi seperti ini langka, jadi jika kamu mengalaminya segera temui dan konsultasikan ini dengan dokter.

Berbusa: Tak peduli apa pun warnanya, jika urinmu berbusa ini berarti tubuhmu kelebihan protein. Ini juga bisa menjadi pertanda ada masalah dengan ginjalmu.

Baca Juga: Kamu Menderita Insomnia? 7 Tips Ini Bisa Bantu Kamu Tidur Nyenyak

Urin biasanya tak memiliki bau yang tajam tapi beberapa makanan bisa memengaruhinya, misalnya petai dan asparagus. Begitu juga dengan suplemen vitamin B-6. Amonia yang terkandung dalam suplemen ini bisa membuat urin memiliki aroma yang tajam.

Seberapa sering kamu ke toilet dalam sehari?

Toilet/unsplash
Toilet/unsplash

 

Setiap orang berbeda-beda, namun secara umum sebanyak delapan kali dalam sehari. Ini bisa berubah dan bergantung pada apa yang kamu konsumsi. Alkohol dan kafein bisa bikin kamu sering ke toilet. Ibu hamil dan orang tua juga biasanya lebih sering daripada yang lain.

Kapan harus ke dokter?

Temui dokter/unsplash
Temui dokter/unsplash

 

Segera ke dokter jika kamu tak merasa konsumsi apa pun yang bisa memicu warna pada urin, terutama jika perubahan ini terjadi lebih dari satu hari atau lebih. Selain itu, jika terjadi demam, sakit punggung, muntah atau merasa sangat haus, segera temui dan konsultasikan ke dokter ya.

Semoga beberapa info terkait warna dan bau urin ini bisa membantumu.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB