Pria

Rai D'Masiv Tulis soal Penyakit Mental Megalomania, Ternyata Ini 5 Faktanya

Simak 5 fakta soal penyakit mental megalomania yang sempat disinggung oleh Rai D'Masiv beberapa hari lalu.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi orang menderita penyakit mental megalomania (Pixabay/geralt)
Ilustrasi orang menderita penyakit mental megalomania (Pixabay/geralt)

Himedik.com - Penyakit gangguan mental megalomania seketika menjadi perbincangan setelah video pertengkaran Rai D'Masiv dan Rian D'Masiv tersebar di media sosial hingga menyinggung soal penyakit ini.

Rai D'Masiv yang terlihat kesal sempat menyinggung soal megalomania dalam unggahan Instagramnya. Rai menuliskan "fu#*k Megalomania" yang seolah ditujukan pada seseorang.

Megalomania merupakan salah satu gangguan mental yang sekarang ini lebih dikenal dengan sebutan narsisme. Penyakit mental ini menggambarkan penderitanya merasa lebih hebat dari orang lain dan tidak pernah bersalah.

Melansir dari Rexburg Eclipse, penderita gangguan mental megalomania ini biasanya selalu ingin terlihat sempurna dan terbaik di lingkungannya.

Karena itu, ia sering kali mementingkan diri sendiri, memprioritaskan diri sendiri dan tidak ragu mengeliminasi lingkungan sekitar agar bisa mendominasi.

Adapun setidaknya 5 fakta yang perlu Anda ketahui soal penderita megalomania, gangguan mental yang lebih tepatnya narsisme.

Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)

 

1. Penderita sulit berpikir kritis

Megalomania dan penipu memang berbeda, tetapi ada sedikit sifat penipu di dalam diri megalomania. Mereka dalam kondisi mental seperti ini biasanya dipengaruhi oleh perasaan superioritas dan egosentris.

Sehingga mereka akan menyerang seseorang yang dianggap sebagai lawan dan mereka juga sulit berpikir kritis dalam menerima kenyataan.

2. Penderita suka mengubah kenyataan

Ketika perbuatannya atau ide-idenya diserang oleh orang lain, penderita megalomania tidak akan menunjukkan kesalahannya maupun kelemahannya. Mereka justru berusaha memutarbalikan fakta dan menunjukkan ketertarikannya dengan ide-ide lawan

3. Penderita lebih suka berkumpul dengan orang yang kurang pandai

Penderita megalomania yang selalu ingin terlihat menonjol lebih tertarik berkumpul dengan orang-orang yang kurang pandai. Dalam kondisi itu, mereka akan merasa lebih unggul dan lebih mudah memengaruhi ide-idenya.

4. Penderita kebanyakan hebat dalam sejarah

Para ahli menemukan penyakit mental megalomania ini justru sebagian besar dimiliki oleh orang dengan kemampuan ilmu sejarah yang kuat.

5. Megalomania bagian dari narsisme

Banyak ahli telah menyatakan bahwa megalomania termasuk dalam bagian narsisme jika dilihat dari sisi egosentris yang sangat kuat. Dalam kondisi ini mereka selalu merasa menjadi sosok paling kuat dan mampu dalam segala hal.

Berita Terkait

Berita Terkini