Anak

Terungkap, Penelitian Menunjukkan Bahwa Santa Claus Itu Nyata

Kamu percaya bahwa Santa Claus nyata?

Rauhanda Riyantama | Dwi Citra Permatasari Sunoto

Ilustrasi santa claus. (pixabay)
Ilustrasi santa claus. (pixabay)

Himedik.com - Ketika Natal tiba banyak anak yang percaya bahwa Santa akan datang membawakan hadiah untuk mereka saat sedang terlelap. Sayangnya itu hanyalah dongeng belaka, Santa tidaklah nyata.

Namun, sejarah Santa Claus sangat menarik untuk diulas. Dilansir dari medicalnewstoday, legenda mengatakan bahwa pria periang dengan pakaian merah itu didasarkan pada orang sungguhan, seorang uskup Kristen bernama St. Nicholas.

Dilahirkan pada abad ke-3 di Patara, Turki, yang pada waktu adalah Yunani, St. Nicholas dipercaya telah mengabdikan hidupnya untuk membantu mereka yang kurang beruntung, dari anak kecil hingga pelaut.

Kemurahan hati inilah yang dianggap telah mengilhami kisah Santa Claus, seorang pria yang melakukan perjalanan keliling dunia pada malam Natal, mengirimkan hadiah kepada anak laki-laki dan perempuan kecil yang baik.

Namun, para peneliti dari Universitas Oxford, Inggris menyatakan bahwa St. Nicholas lebih dari sekadar legenda. Mereka mengungkapkan bagaimana fragmen tulang kuno yang telah ditemukan di gereja-gereja di seluruh dunia semuanya adalah miliknya.

Sejak tahun 1087 Masehi, apa yang diyakini sebagai sisa-sisa St. Nicholas telah disimpan di ruang bawah tanah di Basilica, San Nicola, Bari, Italia. Dikatakan bahwa jenazah dibawa ke sana oleh pedagang Italia, sekitar 700 tahun setelah kematiannya, yang menurut banyak sejarawan terjadi sekitar 343 Masehi.

Ilustrasi Santa Claus. (pixabay/thommas68)
Ilustrasi Santa Claus. (pixabay/thommas68)

 

Namun, fragmen tulang yang diduga milik St. Nicholas telah diperoleh oleh berbagai gereja di seluruh dunia. Jadi bisakah fragmen yang tersebar ini benar-benar milik orang yang sama?

Untuk mengetahuinya, Prof. Tom Higham, direktur Cluster Relics di Pusat Studi Lanjut di Oxford's Keble College dan rekannya telah menggunakan penanggalan radiokarbon pada salah satu sampel tulang.

"Dulu kami membutuhkan bagian fisik dari sampel tulang, tapi sekarang kami dapat menguji seukuran miligram, sampel mikro telah membuka dunia baru studi arkeologi," kata Dr. Georges Kazan yang juga direktur Cluster Relics.

Sampel berasal dari tulang panggul, diperoleh oleh Pastor Dennis O'Neill, dari St. Martha of Bethany Church, Shrine of All Saints di Morton Grove, IL. Menariknya, sisa-sisa St. Nicholas yang ada di Bari tidak termasuk bagian panggul.

Dari pengujian radiokarbon, Prof. Higham dan rekan-rekannya dapat menentukan tanggal atau umur tulang yang sesuai dengan tanggal perkiraan kematian St. Nicholas.

"Banyak peninggalan yang kita pelajari ternyata berasal dari periode yang agak lebih lambat daripada yang dikatakan oleh pengesahan historis. Sebaliknya, fragmen tulang ini, menunjukkan bahwa kita mungkin bisa melihat sisa-sisa dari St. Nicholas sendiri," ungkap Prof. Tom Higham.

Seperti halnya sisa-sisa di Bari, lebih dari 500 fragmen tulang yang diyakini milik St. Nicholas juga ditahan di Venesia, Italia. Higham dan timnya sekarang berencana untuk menguji semua fragmen ini, dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa mereka semua berasal dari individu yang sama.

"Kita bisa melakukan ini menggunakan palaeogenomics kuno, atau pengujian DNA. Sangat menarik untuk berpikir bahwa peninggalan ini, yang berasal dari zaman kuno, sebenarnya bisa saja adalah asli," kata Dr. Kazan.

Wah menarik juga nih. Kalau menurut kamu apakah Santa Claus itu nyata?

Berita Terkait

Berita Terkini