Info

Menurut Studi, Orang Narsistik Lebih Kuat Hadapi Depresi

Ada dua macam narsisme, yakni akut dan ringan.

Yasinta Rahmawati

Ilustrasi pria narsis. (iStock)
Ilustrasi pria narsis. (iStock)

Himedik.com - Orang dengan gangguan kepribadian narsistik atau narsis kerap membuat jengkel. Sebab, orang narsistik mungkin bertindak seolah-olah mereka 'di atas' orang lain. 

Tak selalu buruk, belum lama ini peneliti mengklaim bahwa narsistik dapat mengurangi risiko depresi. Para peneliti dari Queen's University Belfas,t melakukan penyelidikan untuk mengeksplorasi bagaimana menjadi seseorang narsis dapat memengaruhi kesejahteraan mental seseorang.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences serta European Psychiatry itu mengungkap sebenarnya ada dua jenis narsisme, yaitu akut dan ringan.

Dr. Kostas Papageorgiou dari sekolah psikologi Queen mengatakan keduanya memiliki perbedaan mendasar.

"Narsisme yang ringa cenderung lebih defensif dan memandang perilaku orang lain sebagai bermusuhan, sedangkan narsisme akut biasanya memiliki perasaan penting yang terlalu tinggi dan keasyikan dengan status dan kekuasaan," ujarnya seperti dikutip dari Metro.co.uk.

Ilustrasi orang narsis [shutterstock]
Ilustrasi orang narsis [shutterstock]

 

Dijelaskan bahwa mereka dengan narsisme ringan cenderung memiliki harga diri yang rendah. Sementara individu dengan narsisme akut memiliki ketangguhan mental yang mengurangi kemungkinan stres dan depresi.

Penelitian membuat 3 studi yang terpisah dengan melibatkan lebih dari 700 orang. Hasilnya menemukan bahwa mereka yang mendapat nilai tinggi untuk narsisme akut memiliki tingkat stres yang lebih rendah.

"Hasil dari semua penelitian yang kami lakukan menunjukkan bahwa narsisme akut berkorelasi dengan komponen ketangguhan mental yang sangat positif. Seperti kepercayaan diri dan orientasi tujuan, melindungi terhadap gejala depresi dan stres yang dirasakan," terang Dr. Kostas Papageorgiou.

Meski aspek-aspek tertentu pada narsisme dapat mengarah pada hasil positif, Anda tidak perlu mencoba narsis. Hal yang perlu digarisbawahi adalah sikap percaya pada kemampuan diri sendiri perlu dipupuk sebagai penguat kondisi mental.

Berita Terkait

Berita Terkini