Info

Jangan Makan Buah Pisang di Malam Hari, Terutama saat 4 Kondisi Ini

Ada banyak kesalahpahaman terkait konsumsi pisang yang benar.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni

buah pisang (shutterstock)
buah pisang (shutterstock)

Himedik.com - Pisang mengandung nutrisi dan vitamin yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Buah berkulit kuning ini pun sangat populer dalam menu diet.

Karena, pisang mengandung banyak serat, kalium, magnesium, kalsium dan vitamin. Beberapa manfaat pisang, seperti menurunkan berat badan, menjaga jantung dan memastikan pergerakan usus mudah.

Tetapi, ada banyak kesalahpahaman terkait konsumsi pisang yang benar. Banyak orang mungkin belum memahami bahwa makan pisang di malam hari bisa memperburuk gejala pilek dan batuk.

Sebenarnya dilansir oleh Times of India, belum ada bukti ilmiah kalau makan pisang malam hari bisa membahayakan kesehatan. Tetapi, Ayuverda berpendapat bahwa pisang bisa menyebabkan produksi lendir dan membuat tenggorokan seperti tercekik.

Selain itu, perut juga membutuhkan waktu panjang untuk mencerna buah pisang dibandingkan buah lainnya.

Ilustrasi kulit pisang. (Pixabay)
Ilustrasi pisang. (Pixabay)

Karena, sistem metabolisme manusia lebih rendah di malam hari. Sehingga makan pisang di malam hari bisa menyebabkan masalah pencernaan.

Namun, beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa pisang mengandung nutrisi yang bisa membantu tidur lebih nyenyak. Jika seseorang mengalami kesulitan tidur, penelitian ini justru menyarankan untuk mengonsumsi pisang.

Idealnya, orang lebih baik makan buah di sore hari daripada malam hari. Tetapi, tak ada salahnya jika ingin mengonsumsi pisang di malam hari.

Adapun hal-hal yang membuat orang lebih baik menghindari makan pisang di malam hari, antara lain:

  1. Saat Anda pilek dan batuk
  2. Saat sakit asma
  3. Saat Anda memiliki masalah pencernaan, dan
  4. Saat Anda menjalani program menurunkan berat badan

Berita Terkait

Berita Terkini

info

Apa yang Terjadi pada Otak saat Putus Cinta?

Jika Anda merasa sakit fisik atau mengalami "sakit hati" setelah putus cinta, bisa jadi karena otak bereaksi terhadap situasi dengan cara yang sama ketika Anda terluka secara fisik.