Cek Gejala Demensia, Berapa Lama Anda Tidur Siang?

Lamanya waktu tidur siang bisa menandakan gejala demensia.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Selasa, 18 Mei 2021 | 13:00 WIB
Cek Gejala Demensia, Berapa Lama Anda Tidur Siang?

Cek Gejala Demensia, Berapa Lama Anda Tidur Siang?

himedik.com - Demensia tubuh lewy (LBD) salah satu jenis demensia yang paling umum. LBD adalah jenis demensia progresif yang menyebabkan penurunan fungsi berpikir, karena endapan mikroskopis abnormal yang merusak sel-sel otak seiring waktu.

Gejala LBD bisa bervariasi dari orang ke orang baik dalam sifat maupun tingkat keparahannya. Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NDS), gangguan tidur sering terjadi pada orang dengan LBD tapi seringkali tidak terdiagnosis.

Menurut NDS, rasa kantuk yang berlebihan di siang hari adalah tanda LBD. Tubuh yang sehat mencirikan ini sebagai tidur selama 2 jam atau lebih di siang hari.

Gangguan tidur lainnya, termasuk gangguan tidur REM, insomnia dan sindrom kaki gelisah. Sedangkan, gejala umum LBD lainnya termasuk masalah seperti:

Ilustrasi tidur siang. (Shutterstock)
Ilustrasi tidur siang. (Shutterstock)

 

  1. Kecepatan berpikir
  2. Pemahaman
  3. Pertimbangan
  4. Persepsi visual
  5. Bahasa
  6. Memori

Menurut NHS, Anda harus menemui dokter umum bila mengalami gejala awal demensia, terutama orang yang berusia di atas 65 tahun. Jika orang lain yang mengalami gejala tersebut, Anda sarankan mereka untuk membuat janji temu dengan dokter.

"Dokter umum bisa melakukan beberapa pemeriksaan sederhana untuk mencoba mencari tahu penyebab gejalanya dan merujuk Anda ke spesialis untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas NHS dikutip dari Express.

Orang yang berisiko

Sebenarnya kelompok orang yang berisiko menderita LBD belum jelas karena penelitian tentang bentuk demensia ini tidak ekstensif seperti Penelitian jenis lainnya.

Ada beberapa Penelitian yang menunjukkan bahwa kerabat kandung dari anggota keluarga dengan LBD mungkin memiliki risiko lebih tinggi, seperti yang dilaporkan Alzheimer's Society (AS), beberapa varian gen baru-baru ini dikaitkan dengan risiko LBD yang lebih tinggi.

Baca Juga: Dokter India: 40 Pasien Virus Corona dan Diabetes Alami Infeksi Jamur Hitam

Menurut badan kesehatan, tidak mengherankan jika varian gen juga dikaitkan dengan penyakit Alzheimer. Karena, gejalanya tumpeng tindih dengan gejala penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology melaporkan bahwa riwayat gejala attention-deficit / hyperactivity disorder (ADHD) pada orang dewasa merupakan faktor risiko untuk LBD.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB