Pria

Jangan Cukur Jenggot dan Kumis Sampai Habis, Ini Manfaatnya untuk Tubuh!

Jenggot dan kumis yang dibiarkan tumbuh sangat berguna bagi penderita asma dan alergi, kok bisa?

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi pria berjenggot. (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi pria berjenggot. (Pixabay/Free-Photos)

Himedik.com - Bukan sekadar untuk penampilan, membiarkan jenggot dan kumis tumbuh ternyata menyimpan manfaat kesehatan tersendiri bagi pria. 

Faktanya, orang memiliki jenggot dan kumis biasanya jauh lebih sehat daripada mereka yang tidak. Meskipun ada beberapa wanita mungkin tidak tertarik dengan pria berjenggot.

Melansir dari Asia One, adapun sejumlah manfaat kesehatan menumbuhkan jenggot dan kumis bagi semua pria.

1. Mencegah infeksi bakteri

Anda akan lebih terhindar dari bakteri penyebab penyakit yang bisa menyusup melalui pori-pori kulit. Sebab, pori-pori Anda terlindungi oleh jenggot yang bisa membantu mencegah folikulitis dan pseudofolliculitis barbae. Biasanya infeksi bakteri ini menyebabkan kulit gatal, merah dan meradang.

2. Bertindak sebagai filtrasi

Jenggot dan kumis yang dibiarkan tumbuh sangat berguna bagi penderita asma dan alergi. Sebab rambut jeggot dan kumis menjebak debu, serbuk sari dan jamur sebelum masuk melalui mulut atau lubang hidung.

Ilustrasi pria berjenggot. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi pria berjenggot. (Sumber: Shutterstock)

 

3. Mengurangi sakit gusi

Percaya atau tidak, jenggot dan kumis juga bisa mengurangi penyakit gusi akibat bakteri masuk ke mulut. Anda memang harus rutin menggosok gigi, tetapi jenggot dan kumis bisa melindunginya sebelum terjadi.

4. Mencegah jerawat

Jenggot juga membantu mencegah jerawat pada pria. Hal ini biasanya disebabkan oleh luka akibat pisau cukur yang menyebarkan kuman atau bakteri pemicu jerawat.

5. Melindungi kulit dari sinar matahari

Menumbuhkan jenggot juga melindungi wajah dari sinar ultraviolet (UV) yang membentuk garis atau bintik-bintik. Karena, jenggot melindungi kulit wajah dari sengatan matahari yang bisa menyebabkan kanker kulit atau sejenisnya.

Berita Terkait

Berita Terkini