Anak

Idap Penyakit Langka, Harry Akan Ikut Uji Coba Pengobatan di Luar Negeri

Tidak ada obat untuk menyembuhkannya dan satu-satunya cara adalah menjalani uji coba pengobatan di luar negeri.

Vika Widiastuti | Dwi Citra Permatasari Sunoto

Ilustrasi rumah sakit. (Unsplash/Marcelo Leal)
Ilustrasi rumah sakit. (Unsplash/Marcelo Leal)

Himedik.com - Harry Banks mungkin hanya memiliki beberapa bulan untuk bertahan hidup, tetapi para pembaca dapat membantu menyelamatkannya.

Diberitakan The Sun, bocah penggila olahraga berusia 10 tahun yang bermimpi menjadi pemain kriket itu, telah menghadapi kanker anak-anak yang langka.

Sebenarnya ada uji coba obat inovatif yang tersedia di seluruh dunia, tetapi NHS (National Health Service) mungkin tidak akan menawarkannya hingga akhir tahun, dan jika harus menunggu, itu sudah terlambat untuk Harry.

Satu-satunya harapan orang tuanya adalah mengumpulkan £ 500.000 atau sekitar Rp9 miliar agar putra mereka dapat mengambil bagian dalam uji coba pengobatan di luar negeri.

Mereka telah mengumpulkan sebanyak £ 260.000 atau sekitar Rp4,7 miliar dalam dua minggu dan penggalangan dana di laman gofundme.com/madaboutharry akan terus dibuka hingga Maret.

"Jika kita menunggu sampai obat yang dia butuhkan datang ke Inggris, itu sudah terlambat, hatiku hancur, aku tidak ingin kehilangan putraku," tutur ibunya, Nina.

Ini adalah kedua kalinya Harry menghadapi neuroblastoma stadium empat yang agresif. Pertama kali Nina menyadari ada yang tidak beres pada anaknya adalah selama liburan keluarga di Cornwall ketika Harry berusia enam tahun.

"Dia biasanya anak yang aktif, tetapi pada hari libur itu aku membawanya ke mana-mana. Segera setelah kami kembali, kami membawanya ke rumah sakit," cerita Nina.

Ilustrasi rumah sakit. (Unsplash/Daan Stevens)
Ilustrasi rumah sakit. (Unsplash/Daan Stevens)

 

Dalam beberapa hari, dokter memberi tahu Nina dan mantan suaminya, Russell (61) bahwa Harry menderita kanker langka dan mematikan.

"Berita itu membuat kami putus asa. Tetapi Harry tidak pernah bertanya dan masih tidak bertanya apa yang salah dengannya. Dia tidak tahu seberapa serius itu," jelas wanita asal Woburn Sands, Bucks itu.

Dan mimpi buruk itu datang lagi, dua bulan lalu, Harry pulang dari berenang dengan gejala gegar otak. Orang tuanya kemudian mengetahui bahwa kanker telah kembali.

Harry menjalani operasi darurat untuk mengangkat tumor dari otaknya, tetapi peluang penyakit itu kembali sangat tinggi, dan jika itu terjadi, tidak ada obatnya.

Kemudian orang tuanya mengetahui tentang 8H9 atau Omburtamab, obat yang sedang diuji coba di New York dan Barcelona.

Tes yang sedang berlangsung berarti tidak akan dilisensikan oleh NHS sampai akhir tahun. Tetapi Harry telah ditawari tempat dalam percobaan jika dia dapat menutupi biayanya.

Berita Terkait

Berita Terkini