Perusahaan Induk Marlboro Hentikan Produksi Rokok Tembakau

Begini penjelasan pihak perusahaan.

Vika Widiastuti | Yuliana Sere
Kamis, 17 Januari 2019 | 17:00 WIB
Perusahaan Induk Marlboro Hentikan Produksi Rokok Tembakau

Perusahaan Induk Marlboro Hentikan Produksi Rokok Tembakau

himedik.com - Philip Morris International merupakan perusahaan publik asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang industri rokok dan tembakau.

Perusahaan yang memegang merek terkenal seperti Marlboro dan beberapa merek lain ini berharap menghentikan produksi rokok dan beralih ke produk bebas tembakau.

Perusahaan ini telah mengumumkan bahwa mereka telah memilih untuk menjauh dari produksi rokok dan sebagai gantinya menekankan pada rokok elektronik, dilansir dari newsweek.

Perusahaan ini berfokus pada IQOS, perangkat yang memanaskan tembakau daripada membakarnya. Mereka mengklaim produk tersebut mengurangi jumlah bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam asap rokok hingga 95 persen.

"Jika kita berhenti menjual rokok, beberapa orang akan menjual itu karena orang membutuhkannya," kata Andre Calantzopoulos, CEO Phillip Morris International.

"Jadi saya tidak berpikir itu akan berdampak pada kesehatan masyarakat," lanjutnya.

Ilustrasi berhenti merokok. (pixabay)
Ilustrasi berhenti merokok. (pixabay)

 

"Pada akhirnya, ambisi yang kami miliki adalah mengganti rokok sesegera mungkin dengan alternatif yang lebih baik bagi orang yang sering merokok," tambahnya.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan Maret 2018, badan pemerintah Inggris, Public Health England (PHE) menemukan sementara produk tembakau yang dipanaskan cenderung memiliki tingkat senyawa berbahaya yang lebih rendah dibandingkan dengan asap rokok.

PHE menyarankan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuat perbandingan.

Baca Juga: Chikungunya Mewabah, Malaysia Wajibkan Pelancong Lewati Pemindai Suhu Tubuh

Phillip Morris International saat ini menjual produk-produk bebas tembakau lainnya, termasuk e-rokok dan belum memberikan indikasi kapan mereka sepenuhnya beralih dari produk-produk berbasis tembakau.

Di situs webnya, Phillip Morris International menjelaskan alasannya untuk pindah dari rokok setelah produk ini membantu mereka menjadi salah satu perusahaan terbesar saat ini.

"Kami memahami jutaan pria dan wanita yang merokok. Kami mencari alternatif yang kurang berbahaya, namun memuaskan daripada merokok," kata perusahaan tersebut.

"Kami akan memberikan mereka pilihan tersebut. Kami memiliki komitmen terhadap karyawan dan pemegang saham kami. Kami akan memenuhi komitmen itu dengan mengejar visi jangka panjang untuk sukses. Masyarakat mengharapkan kita untuk bertindak secara bertanggung jawab," lanjutnya.

"Dan kami melakukan hal itu dengan merancang masa depan yang bebas asap rokok," imbuhnya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, penggunaan tembakau menyebabkan hampir 6 juta kematian per tahun di seluruh dunia, dengan 480.000 kematian terjadi di AS setiap tahun, angka yang setara dengan hampir 1.300 kematian setiap hari di AS.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB