Info

Nonton TV Berjam-jam Lebih Buruk Dibanding Duduk saat Bekerja?

Oang yang menghabiskan lebih dari 4 jam sehari untuk menonton TV berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung

Vika Widiastuti

Ilustrasi nonton tv (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi nonton tv (Pixabay/mohamed_hassan)

Himedik.com - Sebuah studi baru mengungkapkan duduk berjam-jam menonton TV setelah makan malam ternyata lebih buruk dibanding duduk saat bekerja. Kok bisa?

Studi dari American Heart Association menemukan, orang yang menghabiskan lebih dari empat jam sehari untuk menonton TV memiliki risiko 50 persen lebih tinggi mengalami penyakit jantung dan kematian dini dibanding orang yang hanya menonton TV kurang dari dua jam.

Penulis dalam studi ini menduga perbedaan, duduk menonton TV dengan duduk saat bekerja adalah dari makanan besar atau camilan berlemak yang dikonsumsi sebelum atau saat menonton TV.

Para ilmuan pun menyarankan orang untuk mengganti menu makanan ringan, sesekali istirahat dan berjalan-jalan.

Apalagi di jaman di mana mesin telah mengambil alih banyak pekerjaan hingga manusia menjadi kurang aktif dan menjadi pekerja yang lebih aktif secara intelektual, bukan fisik.

The American Heart Association memperkirakan bahwa proporsi orang Amerika yang bekerja di meja kerja telah meningkat sebesar 83 persen sejak tahun 1950-an.

Ilustrasi seorang lelaki sedang menonton TV> (Shutterstock)
Ilustrasi seorang lelaki sedang menonton TV. (Shutterstock)

 

Banyak penelitian telah menyebut, meningkatnya angka obesitas, penyakit jantung disebabkan oleh banyaknya jam kerja yang dihabiskan dengan duduk. Beberapa laporan juga menyebutkan pekerjaan ini bisa meningkatkan risiko kematian dini.

Namun, ternyata dampak menonton TV berjam-jam sambil mengonsumsi makanan berlemak pun tak bisa diabaikan. Rata-rata orang Amerika berusia di atas 15 tahun menonton sekitar 2 jam 46 menit. Studi menunjukkan, semakin banyak menonton TV, semakin buruk kesehatan jantung.

Dalam studi ini, peneliti mengkaji sekelompok 3.592 pria dan wanita Afrika, Amerika dan Jackson, Mississippi. Tiga puluh satu persen dari peserta yang menonton TV lebih dari empat jam memiliki risiko tertinggi mengalami penyakit jantung, serangan jantung, stroke, kematian dini.

"Mungkin sebagian besar orang cenderung menonton televisi selama berjam-jam tanpa bergerak, sementara sebagian besar pekerja sering bangun dari meja mereka," kata Dr Keith Diaz, profesor kesehatan perilaku di Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons.

Nonton TV Berjam-jam Lebih Buruk Dibanding Duduk saat Bekerja? - 2
Ilustrasi bekerja. (Pixabay)

 

"Kombinasi makan-makanan besar seperti makam malam dan kemudian duduk berjam-jam bisa sangat berbahaya," lanjutnya.

Studi ini juga menemukan, peserta yang berolahraga dan lebih sedikit menonton TV mampu mengimbangi risiko tersebut. Jadi, bisa jadi istirahat sejenak atau berjalan-jalan bisa mengurangi risiko.

Rekan penulis Dr Jeanette Garcia, seorang profesor kinesiologi di University of Central Florida mengungkapkan pentingnya apa yang kita makan dan kapan. "Menonton TV di penghujung hari di mana individu mengonsumsi makanan terbesar mereka, dan mungkin mereka benar-benar duduk tanpa gangguan sampai mereka tertidur," katanya.

Untuk itu, cobalah untuk tidak membiarkan TV menjadi hal terakhir yang Anda lakukan di hari tersebut. Selain itu, ganti makanan berat, berminyak, berlemak dengan camilan sehat, seperti buah-buahan dan sayur.

Berita Terkait

Berita Terkini