Info

Obat Kumur Bisa Pengaruhi Tekanan Darah, Begini Penjelasannya!

Meski baik untuk mulut, obat kumur bisa jadi memiliki efek samping lho!

Vika Widiastuti

Ilustrasi cek tekanan darah. (pixabay/rawpixel)
Ilustrasi cek tekanan darah. (pixabay/rawpixel)

Himedik.com - Obat kumur anti-bakteri kerap menjadi pilihan untuk menjaga kebersihan mulut. Namun, tahukah jika obat kumur anti-bakteri juga punya pengaruh terhadap tekanan darah?

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Plymouth di Inggris mengemukakan bahwa efek penurunan tekanan darah akibat latihan, berkurang karena penggunaan obat kumur anti-bakteri.

Dilansir dari medicaldaily, hal ini disebabkan karena penggunaan obat kumur antiseptik menghancurkan bakteri mulut yang sebenarnya berperan untuk menjaga kesehatan jantung.

Tim ilmuan internasional dari University of Plymouth dan Center of Genomic Regulation di Barcelona, yang melakukan penelitian ini, mengungkapkan hasil tersebut menggambarkan betapa pentingnya bakteri mulut untuk menjaga kesehatan jantung.

Oleh karena itu, peneliti meminta para profesional kesehatan di seluruh dunia untuk memperhatikan hal itu ketika mereka merekomendasikan intervensi yang melibatkan aktivitas fisik untuk mengatasi tekanan darah tinggi.

Ilustrasi membersihkan mulut dan gigi dengan obat kumur. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi membersihkan mulut dan gigi dengan obat kumur. (Sumber: Shutterstock)

 

Studi ini melibatkan 23 orang dewasa yang sehat di mana mereka diminta berlari di treadmill selama 30 menit pada dua kesempatan terpisah. Mereka lantas dimonitor selama dua jam. Yaitu pada satu, 30, 60, dan 90 menit setelah latihan.

Selanjutnya, mereka diminta berkumur menggunakan cairan, bisa berupa obat kumur antibakteri dan plasebo air beraroma mint. Peneliti mengambil sampel tekanan darah mereka, sampel air liur, dan darah sebelum berolahraga dan pada menit ke 120 setelah berolahraga.

Studi ini menemukan bahwa partisipan yang berkumur dengan plasebo, rata-rata penurunan tekanan darah sistoliknya adalah 5,2 mmHg satu jam setelah latihan. Sementara peserta yang menggunakan obat kumur anti-bakteri, tekanan sarah sistolik rata-rata turun 2 mmHg pada waktu yang sama.

"Ilmuan telah mengetahui bahwa pembuluh darah terbuka selama latihan karena produksi nitrit oksida meningkatkan diameter pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah ke otot-otot aktif," terang Dr Raul Bescos, penulis utama dari University of Plymouth.

Ilustrasi tekanan darah rendah, tensi darah. (Shutterstock)
Ilustrasi tekanan darah rendah, tensi darah. (Shutterstock)

 

"Apa yang menjadi misteri adalah bagaimana sirkulasi tetap lebih tinggi setelah berolahraga yang kemudian memicu respons penurunan tekanan darah yang dikenal sebagai hipotensi pasca-latihan," lanjutnya.

Dr Bescos menjelaskan bahwa penelitian sebelumnya menunjukkan nitrit oksida tidak terlibat dalam respons pasca latihan ini dan hanya terlibat selama latihan. Studi baru juga menantang pandangan ini.

"Ini semua ada kaitannya dengan nitrit oksida yang terdegradasi menjadi senyawa yang disebut nitrat, yang selama bertahun-tahun dianggap tidak memiliki fungsi dalam tubuh," terangnya.

Menurutnya, penelitian selama dekade terakhir mengungkapkan nitrat dapat diserap oleh kelenjar ludah dan diekskresikan dengan air liur. Sehingga sintesis nitrit oleh bakteri oral sangat penting, terutama berkaitan bagaimana tubuh bereaksi terhadap olahraga selama periode pertama pemulihan.

"Ini seperti bakteri oral adalah 'kunci' untuk membuka pembuluh darah. Jika mereka dikeluarkan, nitrit tidak dapat diproduksi dan pembuluh darah tetap dalam keadaan saat ini," terang Craig Cutler, rekan penulis studi.

 

Berita Terkait

Berita Terkini