Tak Hanya Serang Mental, Berduka Juga Berefek pada Kesehatan Fisik

Masalah psikologis bisa berpengaruh pada kesehatan fisik, termasuk berduka.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Jum'at, 12 Maret 2021 | 19:00 WIB
Tak Hanya Serang Mental, Berduka Juga Berefek pada Kesehatan Fisik

Tak Hanya Serang Mental, Berduka Juga Berefek pada Kesehatan Fisik

himedik.com - Persoalan psikologis termasuk berduka bisa berpengaruh pada kesehatan secara fisik. Rasa duka memang utamanya akan menyerang psikis, namun kondisi ini bisa berpengaruh pada kesehatan fisik.

"Ini psikologis, tetapi memengaruhi orang secara fisik," Dr. Katherine Shear, profesor psikiatri di Sekolah Pekerjaan Sosial Universitas Columbia di New York.

Sebuah studi tahun 2014 di JAMA Internal Medicine menunjukkan bahwa dalam 30 hari setelah kematian pasangannya, orang yang berusia 60 tahun ke atas memiliki risiko dua kali lipat mengalami stroke atau serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami kehilangan tersebut.

Sementara studi 2012 di jurnal American Heart Association Circulation menunjukkan bahaya serangan jantung paling tinggi terjadi dalam 24 jam pertama setelah kematian orang yang dicintai.

Penelitian lain mengaitkan kesedihan dengan gangguan tidur, perubahan sistem kekebalan, dan risiko pembekuan darah.

Dr. Lisa M. Shulman, profesor neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland di Baltimore mengatakan sebagian besar efek fisik dari kesedihan berasal dari cara otak kita merespons.

Ilustrasi sedih (unsplash/@christnerfurt)
Ilustrasi sedih (unsplash/@christnerfurt)

"Stres dari kematian orang yang dicintai mengguncang identitas pribadi kita, pandangan kita tentang bagaimana kita cocok dengan dunia,"kata Shulman.

Kedengarannya seperti masalah filosofis, tetapi otak dibangun untuk melihat ancaman eksistensial sebagai ancaman bagi keberadaan kita. Hal ini memicu apa yang kebanyakan orang kenal sebagai respons "lawan atau lari" di mana hormon stres mengalir ke seluruh tubuh.

"Jantung Anda bisa mulai berdegup kencang, tekanan darah Anda meningkat, laju pernapasan Anda meningkat, Anda menjadi berkeringat," kata Shulman.

"Seseorang yang mengalami kehilangan traumatis, mungkin merasakan respons seperti itu ketika mereka memasuki restoran yang mengingatkan mereka pada orang yang mereka cintai atau bahkan ketika seseorang membicarakannya dalam percakapan," imbuhnya.

Baca Juga: Seks Oral Lebih Berbahaya bagi Pria, Simak Fakta Berikut

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB