Wanita

Bantuan untuk Vania yang Berjuang Melawan Kanker Kelenjar Getah Bening

"Abis lahiran, istri saya terpaksa ninggalin anak pertama karena harus berobat. Istri saya kena kanker kelenjar getah bening dan harus kemoterapi."

Rauhanda Riyantama | Dwi Citra Permatasari Sunoto

Vania. (Instagram/vaniagracia)
Vania. (Instagram/vaniagracia)

Himedik.com - Kisah pilu datang dari pasangan suami istri Gabriel dan Vania. Belum lama berbahagia dengan kelahiran anak pertamanya, mereka harus dihadapkan dengan kabar menyedihkan.

Diketahui Vania mengidap kanker kelenjar getah bening dan terpaksa harus meninggalkan anak pertamanya untuk menjalani pengobatan.

"Abis lahiran, istri saya terpaksa ninggalin anak pertama karena harus berobat. Istri saya kena kanker kelenjar getah bening dan harus kemoterapi.
.
Ternyata kankernya udah ada di tubuh istri saya sejak dia hamil 4 bulan. Waktu itu, di lehernya ada benjolan. Istri saya juga jadi sering batuk sama keringetan kalau malam. Awalnya, kami pikir itu cuma bawaan hamil karena pas dicek ke dokter THT gak ada masalah. Setelah diperiksa lagi, akhirnya ketahuan kalau istri saya kena kanker.
.
Saya sama istri sekarang lagi berjuang ngelawan kanker. Satu yang kami syukuri dan bikin semangat berjuang karena kanker ini gak ganggu persalinan anak pertama yang kami tunggu-tunggu banget. Sekarang, tiap lihat Si Kecil, kami jadi semangat ngelawan cobaan ini." (Gabriel, suami Vania)

Vania. (Instagram/kitabisacom)
Vania. (Instagram/kitabisacom)

 

Mengutip WebMD, kanker kelenjar getah bening atau limfoma menyerang limfosit, sel-sel yang bekerja pada sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Sel-sel ini berada di kelenjar getah bening, limpa, kelenjar timus, sumsum tulang, dan bagian tubuh lainnya.

Limfoma sangat bisa diobati, tetapi hasilnya tergantung tipe (Hodgkin dan non-Hodgkin) serta stadiumnya. Terkait penyebabnya, hingga kini para ilmuwan belum menemukan jawaban dari kebanyakan kasus selama ini.

Gejala limfoma sendiri antara lain bengkaknya kelenjar (kelenjar getah bening), seringnya di leher, ketiak, atau selangkangan, tetapi tidak sakit; batuk; sesak napas; demam; berkeringat di malam hari; kelelahan; penurunan berat badan; hingga gatal. Namun, banyak dari gejala ini juga bisa jadi tanda peringatan penyakit lain.

Perawatan yang biasanya akan didapatkan pasien limfoma non-Hodgkin yakni kemoterapi, terapi radiasi, imunoterapi, dan terapi lainnya. Sedangkan untuk menyembuhkan limfoma Hodgkin, pasien akan menjalani kemoterapi, terapi radiasi, dan imonuterapi, serta transplantasi sel induk jika tiga macam perawatan sebelumnya tidak berhasil.

Untuk membantu vania, kamu bisa langsung ke situs kitabisa.com/vanialawankanker. Tak hanya bantuan dana, doa dan dukungan juga sangat berarti bagi Vania.

Berita Terkait

Berita Terkini