Wanita

Minum Pil Penurun Berat Badan, Seorang Guru Meninggal Akibat Gagal Jantung

Tak ada cara yang instan!

Agung Pratnyawan | Yuliana Sere

Ilustrasi minum obat. (Pixabay/guvo59)
Ilustrasi minum obat. (Pixabay/guvo59)

Himedik.com - Tak ada yang salah dengan menurunkan berat badan. Hal ini telah menjadi tujuan dari sebagian orang lantaran ingin memiliki tubuh yang ideal.

Beberapa ada yang memilih gym, diet sehat atau bahkan mengombinasikan keduanya. Namun, siapa sangka ada orang lain yang lebih memilih jalan mudah dengan mengonsumsi pil penurun berat badan.

Melansir dari worldofbuzz, seorang guru dilaporkan meninggal dunia setelah mengonsumsi pil penurun berat badan.

Polisi mengatakan bahwa Chalida Watanasin (32) ditemukan tewas oleh Somkiart, ayahnya pada pukul 8.45 pagi pada hari Rabu (10/4/2019).

Ayahnya curiga karena di jam tersebut Chalida belum bangun. Ia dan putra langsung menuju distrik Muang, Trang, tempat dia minum pil sebelum tidur.

Mereka pun meyakini Chalida meninggal akibat gagal jantung. Dua pil dari tiga bungkus pil penurun berat badan ditemukan dalam ruangannya.

Ilustrasi pil KB (Shutterstock)
Ilustrasi pil penurun berat badan.(Shutterstock)

 

Dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa tubuhnya tidak memiliki bekas luka meskipun ia menemukan bekas busa di mulutnya.

Setelah diperiksa, dokter yakin Chalida telah meninggal sekitar enam hingga delapan jam sebelumnya. Tubuhnya telah diotopsi di Rumah Sakit Songkla Nagarind di distrik Hatkhla Songkhla.

Menurut keterangan salah seorang teman Chalida, Janthima Chunyong (34), Chalida telah membeli pil pada 5 April.

Kisah di atas bisa jadi pelajaran berharga buat kita yang ingin atau sedang dalam program penurunan berat badan.

Hindari cara instan. Pilih jalan yang lebih sehat untuk tubuh, misalnya dengan berolahraga atau diet sehat.

Berita Terkait

Berita Terkini