Mengapa Seseorang Bisa Menangis Saat Bahagia?

Saat orang menangis senang, leucine enkephalin membuat mereka merasa lebih bahagia.

Rauhanda Riyantama
Selasa, 11 Desember 2018 | 15:00 WIB
Ilustrasi menangis bahagia. (istockphoto)

Ilustrasi menangis bahagia. (istockphoto)

Himedik.com - Menangis karena peristiwa menyedihkan seperti putus cinta atau ditinggal orang tersayang adalah hal yang wajar. Namun pernahkah berpikir, mengapa bahagia juga menyebabkan seseorang menangis?

Menurut psikolog yang mempelajari emosi dan ekspresi wajah, Oriana Aragon, orang bisa saja menangis saat merasa bahagia. ''Ketika seseorang meneteskan air mata, ada senyawa leucine enkephalin yang terlepas. Senyawa ini berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit,'' ungkapnya.

''Ketika seseorang menangis karena sedih, senyawa ini akan sedikit mengobati rasa itu. Namun saat orang menangis senang, leucine enkephalin membuat mereka merasa lebih bahagia,'' tambah Oriana.

Sementara itu, Jordan Gaines Lewis, profesor psikiatri dari Penn State mengatakan saat sinyal sedih dan bahagia muncul, sistem saraf parasympathetic akan aktif, dan melepaskan acetylcholine. Acetylcholine ini memerintahkan kelenjar air mata untuk berproduksi, dan air mata pun jatuh berkelindan.

Penjelasan yang lebih kompleks tentang air mata bahagia bahwa otak manusia tidak selalu mengetahui perbedaan antara emosi negatif atau bahagia. Dalam kasus ini, bagian otak bernama hypothalamus tidak bisa membedakan antara emosi sedih atau bahagia.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
VinFast menjadi simbol nyata dari kebangkitan industri hijau Asia Tenggara....
info | 13:30 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB