Jangan Salah, Ini Perbedaan Depresi dan Stres

Keduanya berbeda, jangan disamakan.

Dinar Surya Oktarini | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Jum'at, 14 Desember 2018 | 07:00 WIB
Jangan Salah, Ini Perbedaan Depresi dan Stres

Jangan Salah, Ini Perbedaan Depresi dan Stres

himedik.com - Banyak orang berpikiran bahwa stres sama dengan depresi. Padahal keduanya berbeda.

Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang membuat penderita merasa sedih, pesimis, hingga ingin bunuh diri. Hal ini juga memengaruhi suasana hati, selera makan, pola makan, dan kesehatan.

Orang yang mengalami depresi biasanya akan kehilangan semangat dan terus menerus merasa sedih. Kondisi tersebut akan terus berlangsung selam enam bulan atau lebih sehingga membuat penderita sulit menjalani aktivitas sehari-hari termasuk bersosialisai.

Tidak ada penyebab pasti mengapa seseorang bisa mengalami depresi, karena biasanya depresi adalah hasil dari kombinasi beragam faktor, yaitu gen, kadar zat kimia dalam otak, bilogis, dan peristiwa yang dialami.

Berbeda dengan stres, kondisi ini tidak ada kaitannya dengan masalah kejiwaan. Stres adalah hal normal yang justru baik saat situasi tertentu.

Misalnya stres karena kerjaan menumpuk, hal itu akan membuat kamu fokus pada masalah dan meningkatkan kinerja. Namun, jika stres sudah diambang batas, maka hal itu bisa memicu depresi.

Ilustrasi stres. (pixabay)
Ilustrasi stres karena tekanan pekerjaan. (pixabay)

 

Untuk gejala stres dan depresi keduanya serupa tapi tak sama. Gejala depresi lebih rumit dibandingkan stres di antaranya hilang semangat, merasa sendirian, gagal, hilang minat pada sesuatu yang disukai, dan berpikir untuk bunuh diri.

Sedangkan gejala stres hanya sebatas susah tidur, sering gelisah, pola makan berubah, mudah marah, sulit berkonsentrasi, kewalahan bekerja, dan merasa takut tidak bisa menyelesaikan pekerjaan.

Intinya, stres disebabkan adanya tekanan dari luar yang berlangsung cukup lama sedangkan depresi berkaitan dengan gangguan mental. Itulah perbedaan depresi dan stres, jangan sampai keliru ya.

Baca Juga: Keren, Kini Tes Kanker Bisa Dideteksi Lebih Cepat

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB