Info

Diturunkan Sopir Ambulans di Pinggir Jalan, Kisah Ibu Ini Viral

Sang sopir mengatakan bahwa kepala desa menyuruhnya kembali.

Vika Widiastuti | Dwi Citra Permatasari Sunoto

Pasien diturunkan di tengah jalan. (Facebook/Indriati Ahmad)
Pasien diturunkan di tengah jalan. (Facebook/Indriati Ahmad)

Himedik.com - Belum lama ini sempat viral kisah seorang wanita bernama Indriati yang diturunkan di tengah jalan oleh ambulans saat perjalanan ke rumah sakit. Alasannya, sang sopir dimarahi kepala desa karena tak pamit saat pergi.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin (4/2/2019) di Lokodidi, Gadung, Buol, Sulawesi Tengah.

"Saya tadi pagi menghubungi sopir ambulans untuk minta tolong diantarkan ke RSUD Buol. Tapi, saat di pertengahan perjalanan, pak kades menelepon sopir. Pak kades bertanya posisi kami, dan dia lantas menyuruh sopir itu kembali karena tak izin," jelasnya seperti dilansir dari Suara.com.

Lebih lanjut Indriati bercerita bahwa sang sopir sudah menjelaskan kepada kades kalau dirinya sedang membawa pasien ke RSUD Buol. Namun, kades memaksa sopir balik.

"Tapi kades memaksa sopir balik. Karena saya sudah sesak napas, saya minta turun di pertengahan jalan untuk menunggu taksi guna melanjutkan perjalanan. Kalau saya kembali lagi ke desa, sudah tak mampu."

Pasien diturunkan di tengah jalan. (Facebook/Indriati Ahmad)
Pasien diturunkan di tengah jalan. (Facebook/Indriati Ahmad)

 

Indriati langsung menghubungi keluarganya untuk datang menjemput dan mengantarkan ke rumah sakit.

Sementara kepala desa yang diketahui bernama Alui Said saat dihubungi via telepon, mengakui memerintahkan sopir ambulans kembali karena pergi tanpa pamit.

"Saya memang benar meneleponnya. Dia bilang lagi mengantar pasien. Tapi saya bilang kenapa tak pamit. Ambulans ini siapa saja boleh pakai, tapi harus sesuai prosedur. Kalau memang mendadak, lapor saja kepada saya, tak susah," tuturnya.

Namun, ia menjelaskan bahwa perintah menyuruh sopir ambulans kembali bukanlan ungkapan sebenarnya, hanya spontan.

"Saya cuma spontan saja bilang begitu. Seharusnya, meski saya bilang begitu, dia tetap bawa saja pasien ke RSUD, saya minta maaf," imbuhnya.

Berita Terkait

Berita Terkini